Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Slickorps dan Otto Media Bahas Pengembangan AI dan Fintech di Asia Tenggara

        Slickorps dan Otto Media Bahas Pengembangan AI dan Fintech di Asia Tenggara Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Tim Otto Media Singapura, mitra platform perdagangan multi-aset global Slickorps, mengunjungi pusat teknologi Slickorps di New York. Kunjungan tersebut menjadi ajang pertukaran pandangan mengenai penerapan kecerdasan buatan (AI), pembangunan infrastruktur teknologi finansial (fintech), serta arah pengembangan ekosistem digital di Asia Tenggara.

        Pertemuan berlangsung dengan dukungan tim teknologi Slickorps Ventures, entitas yang menangani pengembangan teknologi dan dukungan infrastruktur bagi ekosistem Slickorps. Perusahaan ini menjalankan riset teknologi dan pengembangan kapabilitas di bidang inovasi fintech, sistem perdagangan, serta peningkatan layanan digital.

        CEO Slickorps Ventures Amir Tayler dan Chief Operating Officer (COO) Miller Acosta hadir dalam pertemuan tersebut. Sementara Otto Media Singapura diwakili Sekretaris Umum Jonathan Lee Ming Xuan dan Chief Legal & Compliance Officer Marcus Tan Zhi Heng.

        Dalam kunjungan itu, Amir Tayler memperkenalkan pengembangan kemampuan layanan Slickorps untuk pasar global sekaligus memaparkan pengalaman Slickorps Ventures dalam riset penerapan AI dan pembangunan infrastruktur fintech.

        Menurut Amir, Slickorps terbuka untuk menjalin kerja sama dengan mitra ekosistem dalam mengeksplorasi penerapan AI di berbagai layanan keuangan. Namun, perkembangan industri tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi, tetapi juga kemampuan layanan lokal, sistem operasional yang sesuai dengan regulasi, dan pembangunan nilai jangka panjang.

        Setelah kunjungan, kedua pihak melanjutkan pembahasan melalui konferensi video untuk menindaklanjuti kerja sama strategis yang sebelumnya telah disepakati.

        Pemegang saham Otto Media, Mark, mengatakan penandatanganan perjanjian kerja sama strategis di Jakarta menjadi awal penting bagi kolaborasi kedua pihak. Pertukaran di New York dinilai memperluas pemahaman mengenai kemampuan teknologi Slickorps serta kebutuhan pasar.

        Menurut Mark, perpaduan sektor fintech dan ekosistem media membuka peluang pertumbuhan baru di tingkat global. Kapabilitas Slickorps Ventures dalam membangun infrastruktur fintech dinilai dapat bersinergi dengan sumber daya regional yang dimiliki Otto Media.

        Sementara itu, CEO Otto Media Edwin Kertanagara menilai Asia Tenggara tengah mengalami transformasi digital yang pesat. Menurutnya, perpaduan kemampuan teknologi dengan pemahaman terhadap karakteristik pasar lokal akan menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan industri.

        Ia mengatakan pengalaman di pasar Indonesia dapat menjadi dasar untuk mengeksplorasi peluang pengembangan bisnis secara bertahap di negara-negara Asia Tenggara lainnya.

        Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak juga menyoroti pentingnya kemampuan lokal dan kepatuhan terhadap regulasi. Keragaman bahasa, budaya, serta aturan di negara-negara Asia Tenggara membuat edukasi pengguna dan pemahaman terhadap karakteristik masing-masing pasar menjadi bagian penting dalam penerapan layanan fintech.

        Baca Juga: Bangun Peluang Bisnis, Otto Media Pertemukan 100 Konten Kreator dengan 11 Brand

        Otto Media akan memanfaatkan pengalaman regionalnya untuk mendukung eksplorasi kerja sama, terutama dalam pengembangan ekosistem konten dan sistem layanan pengguna.

        Seiring rencana perluasan kerja sama ke pasar Asia Tenggara lainnya, kedua pihak menyatakan akan memperhatikan ketentuan regulasi dan praktik operasional di setiap negara. Pendekatan tersebut diarahkan agar pengembangan kerja sama berlangsung secara bertahap dan berkelanjutan dengan tetap berada dalam kerangka kepatuhan yang berlaku.

        Pertukaran antara Slickorps Ventures dan Otto Media tersebut menunjukkan upaya kolaborasi antara perusahaan teknologi dan mitra ekosistem regional dalam mengembangkan fintech. Pemanfaatan teknologi AI, penguatan infrastruktur digital, serta penyesuaian layanan dengan karakteristik pasar lokal menjadi sejumlah aspek yang dibahas untuk mendukung pengembangan ekosistem keuangan digital di Asia Tenggara.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Editor: Amry Nur Hidayat

        Bagikan Artikel: