Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pakar: Demo 27 Agustus Enggak Akan Rusuh Kecuali 'Dalang Politik' Jalankan Agendanya

        Pakar: Demo 27 Agustus Enggak Akan Rusuh Kecuali 'Dalang Politik' Jalankan Agendanya Kredit Foto: Ist
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Demonstrasi 27 Agustus 2026 belum dipandang sebagai ancaman serius yang otomatis akan berkembang menjadi kerusuhan. Meski demikian, hal tersebut bisa berubah seratus delapan puluh derajat jika ada agenda politik dijalankan di baliknya.

        Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Prof Henri Subiakto menilai gejolak sosial membutuhkan lebih dari sekadar kemarahan masyarakat. Menurutnya, aksi massa dapat muncul secara organik karena adanya berbagai kekecewaan di tengah masyarakat. Namun, demonstrasi tersebut belum tentu berubah menjadi gerakan besar tanpa adanya momentum yang mampu membakar emosi publik.

        Baca Juga: Di Balik Video Viral Budi Arie: Projo Ingin Bikin Jokowi Jadi 'Kurir Pesan' ke Prabowo

        “Jadi sementara ini gak akan ada rusuh, gak akan ada demo besar kecuali ada dalang politik yang punya agenda melakukan perubahan politik yang memang sudah disiapkan lama,” kata Henri, dikutip Rabu (26/8/2026).

        Henri tidak menyangkal bahwa masyarakat memiliki berbagai kekecewaan. Namun, menurut dia, rasa tidak puas tersebut tidak otomatis menghasilkan mobilisasi politik dalam skala besar. Bahkan jika terdapat upaya semacam itu, Henri memperkirakan tahap awalnya mungkin hanya menghasilkan demonstrasi organik.

        “Kecuali ada kekuatan politik dengan dana besar yang diam-diam melakukan operasi ingin memanfaatkan kondisi banyaknya kekecewaan di masyarakat. Itupun mungkin hanya bisa memunculkan demo-demo organik,” katanya.

        Menurut Henri, untuk mengubah demonstrasi biasa menjadi gerakan massa besar diperlukan momentum yang dapat mengubah emosi individu menjadi kemarahan kolektif.

        Pengalaman sejarah memperlihatkan bahwa aksi massa besar biasanya memiliki peristiwa pemicu. Tanpa peristiwa tersebut, keresahan masyarakat cenderung tersebar dan tidak terkonsolidasi menjadi satu gerakan.

        “Untuk jadi gerakan massa seperti tahun lalu, membutuhkan titik api, trigger, point of fire, peristiwa yang membakar kemarahan,” ujar Henri.

        Ia mencontohkan sejumlah peristiwa tragis yang pernah menjadi pemicu eskalasi demonstrasi di Indonesia. Salah satunya insiden yang melibatkan pengemudi ojek online pada aksi tahun lalu serta tragedi penembakan mahasiswa dari Trisakti di 1998.

        Henri juga melihat peran kekuatan politik menjadi salah satu variabel penting apabila situasi hendak diarahkan menjadi gejolak yang lebih besar.

        Ia tidak mengatakan bahwa setiap demonstrasi merupakan hasil operasi politik. Namun, dalam kondisi tertentu, kekecewaan publik dapat dimanfaatkan pihak yang memiliki sumber daya dan agenda politik.

        “Berdasar analisis politik, kerusuhan itu muncul bukan karena satu faktor, melainkan interaksi antara ketidakadilan yang dirasakan, peluang politik yang buruk, mobilisasi massal dan eskalasi represi atau provokasi, lalu munculnya trigger,” paparnya.

        Diketahui, Aliansi Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM) akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2026). Aksi yang melibatkan mahasiswa dan masyarakat sipil itu mengusung tagar #MerebutKembaliIndonesia.

        GERAM merupakan aliansi yang terdiri dari 14 organisasi mahasiswa dan masyarakat sipil. Aksi dijadwalkan dimulai pukul 14.00 WIB dan disebut sebagai bentuk pengawasan langsung masyarakat terhadap pelaksanaan fungsi legislasi, pengawasan dan anggaran DPR RI.

        Baca Juga: Bukan Sebuah Kebetulan Ada Jokowi di Video Viral Ketum Projo Budi Arie, Ternyata Ada Agenda Khusus

        Aksi tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai penyampaian pendapat, tetapi juga sebagai bentuk pertanggungjawaban publik dalam mengawasi kinerja DPR. GERAM memperkirakan sekitar 1.000 orang dari berbagai elemen mahasiswa dan masyarakat sipil akan bergabung dalam aksi tersebut.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: