Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Budi Arie Minta Maaf soal 'Lebih Cepat dari 2029', Tegaskan Tak Ada Hubungan dengan Jokowi

        Budi Arie Minta Maaf soal 'Lebih Cepat dari 2029', Tegaskan Tak Ada Hubungan dengan Jokowi Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi meminta maaf setelah pernyataannya soal "lebih cepat dari 2029" viral di media sosial. Ia menegaskan pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi dan tidak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

        Pernyataan kontroversial itu terekam dalam video berdurasi 1 menit 47 detik. Dalam rekaman tersebut, Budi Arie terlihat duduk di sebelah Jokowi saat menyampaikan pandangannya kepada peserta pertemuan.

        Budi Arie dalam video itu mengaku telah membisikkan sesuatu kepada Jokowi. "Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?".

        Ia kemudian mempertanyakan kesiapan para peserta jika terjadi percepatan politik sebelum Pemilu 2029. Budi Arie juga menyinggung kondisi sosial dan ekonomi serta menyebut adanya "patahan sejarah".

        "Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong Pemilu 29 Pemilu 29. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap nggak. Itu lho maksud saya," katanya.

        Budi Arie kemudian menjelaskan bahwa pernyataannya dimaksudkan untuk membuka wacana alternatif. Ia mengaku melihat sejumlah anomali di tengah masyarakat yang menurutnya tidak bisa hanya dihadapi dengan skenario politik konvensional.

        "Saya... insting aktivis saya mengatakan ini ada sesuatu yang... lebih cepat dari yang kita bayangkan. Makanya itu saya coba mau membuka wacana aja ke temen-temen, supaya berpikir, jangan hanya sekedar berpikir 29. Harus ada pikiran lain, alternatif, manakala terjadi percepatan... sejarah. Terima kasih," ujarnya.

        Setelah video tersebut menuai sorotan, Budi Arie menyampaikan permintaan maaf pada Rabu (26/8/2026). Ia memberikan tiga poin klarifikasi terkait pernyataan yang menimbulkan spekulasi tersebut.

        "Sehubungan dengan viralnya, pernyataan dan analisa saya dalam sebuah pertemuan di Jakarta baru-baru ini yang menimbulkan spekulasi dan berbagai salah penafsiran, saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," kata Budi Arie.

        Ia menegaskan pernyataan tersebut merupakan pendapat pribadi. "Pernyataan tersebut tidak ada hubungan dan kait... dan mengkaitnya, dengan Bapak Joko Widodo."

        Budi Arie juga menyatakan siap menerima konsekuensi atas pernyataannya. "Yang ketiga, saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut. Terima kasih. Jaga terus persatuan Indonesia."

        Baca Juga: Pasca Viral Obrolan Budie Arie, Hubungan Jokowi dan Prabowo Disebut Tetap Harmonis

        Sementara itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus memastikan Jokowi tidak mengetahui atau memberikan persetujuan atas pernyataan tersebut. Ia mengatakan Jokowi hadir dalam pertemuan karena mendapat undangan untuk bertemu dengan para relawan.

        "Dan saya kira seribu persen saya menggaransi bahwa tidak ada persetujuan Pak Jokowi untuk hal-hal seperti apa yang disampaikan kemarin pagi itu," tegas Bestari.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Bagikan Artikel: