Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman, menilai Indonesia perlu menjaga pertumbuhan ekonomi di atas 7% untuk mewujudkan target menjadi negara maju pada 2045.
Hal tersebut disampaikan Aida dalam uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test calon Deputi Gubernur Senior BI di hadapan Komisi XI DPR RI, Rabu (26/8/2026).
"Kalau dalam simulasi yang kami lakukan, kami sebut dengan skenario super optimistis, di mana kita harus bisa tumbuh di atas 7% untuk bisa menuju kepada pendapatan per kapita di atas Rp21.000 nanti pada saat 2045," ujar Aida dalam paparannya.
Aida mengatakan, target pertumbuhan tersebut merupakan bagian dari skenario super optimistis yang diperlukan Indonesia untuk meningkatkan pendapatan per kapita hingga mencapai level negara maju pada 2045.
Menurut Aida, untuk mencapai target tersebut Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan pertumbuhan ekonomi. Transformasi struktural melalui industrialisasi juga menjadi keharusan.
Ia menilai, Indonesia perlu meningkatkan produktivitas, memperkuat akses terhadap modal atau pembiayaan, serta meningkatkan keterampilan tenaga kerja.
"Untuk pergi menjadi negara maju, kita harus menjadi negara industri," tambah Calon Deputi Gubernur BI.
Aida menjelaskan, strategi industrialisasi Indonesia perlu memanfaatkan kekayaan sumber daya alam melalui dua pendekatan. Pertama, pengembangan industri padat modal atau industri medium-high, termasuk sektor pertambangan. Kedua, pengembangan hilirisasi yang mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.
Menurutnya, strategi tersebut juga harus terhubung dengan sektor jasa agar seluruh sektor ekonomi dapat berkembang secara berkelanjutan.
Di sisi lain, Aida mengingatkan Indonesia masih menghadapi sejumlah tantangan, baik dari dalam maupun luar negeri. Dari sisi global, ketegangan geopolitik dan perubahan pola kerja sama internasional membuat kondisi perekonomian semakin penuh ketidakpastian.
Karena itu, Indonesia perlu memperkuat perekonomian domestik dengan menjaga stabilitas, mendorong industrialisasi, sekaligus memastikan pemerataan.
Baca Juga: Prabowo Sodorkan Nama M Juhro dan Anwar Basori Jadi Calon Deputi Gubernur BI, Ini Rekam Jejaknya
Baca Juga: Airlangga Dukung Destry Jadi Calon Tunggal Gubernur BI: Sudah Lama Jadi Deputi Senior
Aida menilai bauran kebijakan nasional dan kebijakan Bank Indonesia harus terus disesuaikan dengan tantangan yang dihadapi. Kebijakan tersebut mencakup stabilitas, transformasi sektoral, pembiayaan, digitalisasi, serta penguatan kerja sama internasional.
"Semua warna-warna daripada kebijakan ini bisa berubah bergantung dari tantangan perekonomian," ujar Aida.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: