Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Calon Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Aida S. Budiman, menegaskan kebijakan bank sentral ke depan perlu diselaraskan dengan delapan program kerja prioritas nasional pemerintah untuk mendorong transformasi ekonomi Indonesia.
Aida mengatakan Indonesia memiliki sejumlah agenda besar untuk mencapai target menjadi negara maju.
“Untuk mewujudkannya, diperlukan sinergi antara kebijakan nasional dan kebijakan Bank Indonesia, terutama dalam menjaga stabilitas sekaligus mendukung transformasi ekonomi,” ujar Aida dalam uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) calon Deputi Gubernur Senior BI di hadapan Komisi XI DPR RI, Rabu (26/8/2026).
Aida memaparkan, delapan program kerja prioritas nasional tersebut mencakup kedaulatan pangan; kemandirian energi dan air; pendidikan; kesehatan; hilirisasi dan industrialisasi; infrastruktur, perumahan dan ketahanan bencana; penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa; serta penurunan kemiskinan.
Menurut Aida, respons Bank Indonesia perlu mencakup sejumlah aspek, mulai dari stabilitas ekonomi, transformasi sektoral, pembiayaan, digitalisasi, hingga pemanfaatan kerja sama internasional.
Dalam kerangka kebijakan BI, Aida menyebut terdapat kebijakan utama bank sentral yang kemudian diperkuat dengan pendalaman pasar keuangan, ekonomi dan keuangan inklusif serta hijau, ekonomi dan keuangan daerah, dan kerja sama internasional.
“Seluruh kebijakan tersebut, juga perlu ditopang oleh penguatan kelembagaan agar implementasinya berjalan efektif,” kata Aida, Rabu (26/8/2026).
Aida menilai kebijakan BI tidak dapat bersifat kaku karena tantangan perekonomian terus berubah. Karena itu, bauran kebijakan harus dapat disesuaikan dengan kondisi yang dihadapi Indonesia.
Baca Juga: Prabowo Sodorkan Nama M Juhro dan Anwar Basori Jadi Calon Deputi Gubernur BI, Ini Rekam Jejaknya
Baca Juga: Uji Kelayakan Gubernur BI, Destry Bakal Refocusing Kebijakan Lalu Lintas Devisa
"Semua warna-warna daripada kebijakan ini bisa berubah bergantung dari tantangan perekonomian," katanya.
Ia menambahkan, sinergi antara kebijakan pemerintah dan bank sentral menjadi penting untuk menjaga stabilitas sekaligus menciptakan fondasi pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat menuju Indonesia maju 2045.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Aryo Hadi Wibowo
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: