Soal Percepatan Pemilu 2029, Budi Arie Klarifikasi Tidak Berkaitan dengan Jokowi
Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Pasca pernyataannya mengenai kemungkinan situasi politik bergerak lebih cepat dari Pemilu 2029 viral di media sosial, Ketua Umum Relawan Projo Budi Arie Setiadi memberikan klarifikasi dan meminta maaf. Ia menegaskan analisis tersebut merupakan pandangan pribadi dan tidak berkaitan dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).
Pernyataan Budi Arie sebelumnya terekam dalam video berdurasi 1 menit 47 detik. Dalam rekaman tersebut, Budi Arie tampak duduk di sebelah Jokowi ketika menyampaikan pandangannya kepada peserta pertemuan.
Dalam video itu, Budi Arie mengaku sempat membisikkan kepada Jokowi mengenai insting politiknya yang melihat kemungkinan adanya perkembangan lebih cepat dari 2029. Ia kemudian mempertanyakan kesiapan peserta apabila terjadi percepatan politik sebelum Pemilu 2029.
Budi Arie juga mengaitkan pandangannya dengan kondisi sosial dan ekonomi serta menyebut adanya kemungkinan "patahan sejarah". Menurutnya, situasi tersebut perlu diantisipasi dengan membuka berbagai alternatif pemikiran, bukan hanya berpegang pada skenario politik yang selama ini dianggap konvensional.
Ia menjelaskan, pernyataan tersebut disampaikan untuk membuka wacana kepada para relawan agar tidak hanya memikirkan Pemilu 2029, tetapi juga mempertimbangkan kemungkinan adanya perubahan situasi politik.
Setelah video tersebut menuai sorotan dan memunculkan berbagai spekulasi, Budi Arie menyampaikan permintaan maaf pada Rabu (26/8/2026). Ia memberikan tiga poin klarifikasi mengenai pernyataannya.
Pertama, Budi Arie meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa kurang berkenan atau tidak nyaman dengan pernyataannya yang kemudian viral dan menimbulkan berbagai penafsiran.
Kedua, ia menegaskan bahwa pernyataan mengenai kemungkinan percepatan tersebut merupakan pendapat dan analisis pribadinya. Budi Arie secara khusus membantah adanya kaitan antara pernyataan tersebut dengan Jokowi.
Penegasan itu sekaligus membersihkan nama Jokowi dari spekulasi yang muncul setelah video tersebut beredar. Pasalnya, dalam rekaman, Jokowi terlihat berada di samping Budi Arie ketika wacana tersebut disampaikan.
Ketiga, Budi Arie menyatakan siap bertanggung jawab atas analisis dan pernyataan yang disampaikannya serta menerima segala konsekuensi yang mungkin timbul.
Sementara itu, Ketua DPP PSI Bestari Barus turut memastikan bahwa Jokowi tidak mengetahui ataupun memberikan persetujuan atas pernyataan Budi Arie tersebut.
Baca Juga: Jokowi Diminta Bersikap Atas Kegaduhan yang Dibuat Budi Arie
Menurut Bestari, kehadiran Jokowi dalam pertemuan itu karena mendapat undangan untuk bertemu dengan para relawan. Ia juga menegaskan tidak ada persetujuan dari Jokowi terkait pernyataan yang disampaikan Budi Arie.
Dengan klarifikasi tersebut, Budi Arie menegaskan bahwa wacana mengenai kemungkinan percepatan politik yang disampaikannya tidak mewakili sikap maupun pandangan Jokowi. Ia meminta persoalan tersebut tidak dikaitkan dengan mantan Presiden tersebut dan menutup klarifikasinya dengan ajakan untuk menjaga persatuan Indonesia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat
Tag Terkait: