Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Kelompok relawan pendukung Joko Widodo, Projo, mulai menyiratkan kesiapan menghadapi berbagai skenario politik di masa depan, termasuk kemungkinan tidak lagi berada dalam satu barisan dengan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi menegaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan sikap politik tersendiri apabila kubu Jokowi tidak lagi diajak membangun kerja sama politik.
Pernyataan tersebut disampaikan Budi Arie dalam diskusi bersama Akbar Faizal dan pengamat politik Adi Prayitno yang disiarkan pada 3 September 2026.
Budi mengatakan kompetisi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari demokrasi. Karena itu, ia menyatakan pihaknya siap bekerja sama maupun berkompetisi sesuai perkembangan politik.
"Semuanya siap bekerja sama dan berkompetisi. Itu ajaalah jawaban saya," kata Budi.
Ketika ditanya mengenai langkah kubu Jokowi jika tidak lagi mendapat ruang atau tidak dilibatkan dalam kerja sama politik mendatang, Budi memberikan sinyal bahwa pihaknya tidak akan memaksakan diri untuk tetap berada dalam koalisi.
"Kita kita diajak kita bantu enggak diajak ya kita sih enggak apa-apa gitu," ujarnya.
Menurut Budi, kerja sama politik harus dibangun melalui proses saling mengajak dan melibatkan. Namun, apabila hal tersebut tidak terjadi, pihaknya mengaku telah memiliki pilihan politik sendiri.
"Semuanya kan harus mengajak dan diajak. Tapi kalau tidak diajak ya ya kita kita punya sikap. Hm. Punya sikap," tegas Budi.
Pernyataan tersebut kemudian disimpulkan Akbar Faizal sebagai sinyal bahwa gerbong politik Jokowi telah menyiapkan langkah antisipasi apabila tidak lagi dilibatkan dalam kerja sama politik.
"Kesimpulan pada bagian ini Pak Budi mengatakan adalah mereka telah menyiapkan sikap jika tidak diajak lagi. Kira-kira gitu kesimpulannya," ucap Akbar.
Budi membenarkan kesimpulan tersebut. Ia bahkan menyatakan bahwa pihaknya siap menempuh jalan politik secara mandiri apabila kerja sama elite tidak lagi terjalin.
"Iya. Saya termasuk yang haakl yakin seperti itu. Kalau enggak diajak akan maju sendiri," tegasnya.
Budi menambahkan bahwa pilihan untuk berjalan sendiri tidak terbatas pada satu konfigurasi politik tertentu.
"Maju sendiri entah dengan siapapun atau lebih ekstrem dari itu," pungkas Budi.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa Projo membuka kemungkinan mengambil jalur politik sendiri apabila tidak lagi diajak bekerja sama dalam konfigurasi politik mendatang.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Amry Nur Hidayat
Editor: Amry Nur Hidayat