Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, 1.300 Hilang

        Banjir Bandang Nepal-Tibet Tewaskan 165 Orang, 1.300 Hilang Kredit Foto: Antara/Harviyan Perdana Putra
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Banjir bandang dan tanah longsor menerjang kawasan perbatasan Nepal-Tibet. Sedikitnya 165 orang tewas dalam bencana yang juga menyapu sejumlah desa.

        Tim penyelamat kini berpacu dengan waktu untuk mencari lebih dari 1.300 orang yang masih hilang. Sebagian korban hilang merupakan wisatawan asing yang sedang berada di jalur populer menuju Tibet.

        Menurut Survei Geologi Amerika Serikat, bencana tersebut dipicu runtuhnya gletser. Material berupa air, lumpur, dan puing kemudian menerjang permukiman di sepanjang aliran Sungai Bhote Koshi dan Trishuli.

        Polisi Nepal menyebut 162 jenazah telah ditemukan. Badan penanggulangan bencana Nepal mencatat 823 orang masih hilang di wilayah negaranya.

        Jumlah tersebut terdiri dari 579 warga Nepal dan sejumlah wisatawan asing. Di wilayah Tibet, China, tiga orang dilaporkan tewas dan 558 lainnya masih hilang.

        Warga asing yang belum ditemukan berasal dari sejumlah negara. Mereka antara lain India, Australia, Inggris, Malaysia, Belanda, Portugal, Afrika Selatan, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.

        Perusahaan pendakian Himalayan Glacier juga melaporkan 47 orang dari satu kelompok belum diketahui keberadaannya. Kelompok tersebut terdiri dari orang dewasa dan dua anak.

        "Tim kami sedang memeriksa rumah sakit tempat para korban datang," kata direktur perusahaan tersebut, Sanket Pandey, kepada AFP.

        Gelombang lumpur dan puing disebut bergerak hampir 170 kilometer menyusuri lembah Bhote Koshi. Kawasan tersebut merupakan jalur populer bagi wisatawan internasional yang bepergian dari Kathmandu menuju Lhasa.

        Baca Juga: Asap Karhutla Meluas di Malaysia-Singapura, BNPB Minta Negara Jiran Bersama Atasi Asap

        Presiden China Xi Jinping meminta seluruh pihak memprioritaskan pencarian dan penyelamatan korban. Pemerintah Tibet mengerahkan hampir 800 pekerja darurat, 150 kendaraan, anjing pelacak, dan perahu cepat.

        Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) turut mengirimkan bantuan darurat. Bantuan tersebut meliputi selimut, kotak P3K, tandu, dan kantong jenazah.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Christian Andy
        Editor: Christian Andy

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: