Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali perdagangan Jumat (28/8/2026) di zona hijau. Pada awal sesi, indeks berhasil melanjutkan tren positif dari perdagangan sebelumnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG naik 13,97 poin atau 0,21% ke level 6.535,72, dari posisi penutupan Kamis (27/8) di level 6.521,75.
IHSG dibuka pada level 6.535. Dalam empat menit pertama perdagangan, indeks bergerak di rentang 6.533–6.544, dengan posisi tertinggi berada di level 6.544.
Penguatan IHSG tercermin dari pergerakan mayoritas saham. Sebanyak 252 saham menguat, sedangkan 57 saham melemah dan 301 saham lainnya belum mengalami perubahan harga.
Dari sisi transaksi, aktivitas perdagangan pada awal sesi terpantau cukup aktif. Hingga pukul 09.00 WIB, nilai transaksi di BEI mencapai Rp130,85 miliar, dengan volume perdagangan sebanyak 274,32 juta saham. Sementara itu, frekuensi transaksi tercatat sebanyak 28.403 kali.
IHSG Diselimuti Sentimen Global
Dalam riset hariannya, Phintraco Sekuritas menyebut IHSG diperkirakan bergerak terbatas pada perdagangan Jumat (28/8/2026). Investor cenderung mencermati perkembangan pasar global sekaligus menunggu pidato Chairman Federal Reserve (The Fed) Kevin Warsh dalam Simposium Jackson Hole.
“Kami melihat ruang penguatan IHSG masih terbatas dan indeks berpotensi bergerak sideways di kisaran 6.450–6.580,” tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Perhatian investor global saat ini tertuju pada pidato Kevin Warsh di Jackson Hole. Pernyataan tersebut dinilai penting karena pasar tengah mencari petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Sementara itu, bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada perdagangan Kamis (27/8). Sentimen positif terutama datang dari kinerja kuartalan Nvidia yang kembali meningkatkan optimisme investor terhadap prospek sektor kecerdasan buatan (AI).
Saham Nvidia melonjak 8,7%, sedangkan indeks Nasdaq menguat 1,57% dan S&P 500 naik 0,72%.
Baca Juga: IHSG Diproyeksi Sideways, Investor Cermati Pidato Bos The Fed dan Sentimen Global
Baca Juga: BEI Delisting 18 Emiten pada November 2026
Baca Juga: Saham Naik Pesat, Ini Jawaban Jhonlin (JARR) kepada BEI
Dari dalam negeri, pasar juga mencermati perkembangan terkait Bank Indonesia (BI). Komisi XI DPR RI telah menyetujui Destry Damayanti sebagai Gubernur BI periode 2026–2031. Keputusan tersebut selanjutnya akan dibawa ke Rapat Paripurna DPR pada 1 September 2026.
Selain itu, DPR menargetkan pembahasan RUU Perampasan Aset dapat rampung dan disahkan menjadi undang-undang paling lambat pada 15 Desember 2026.
Dari pasar komoditas, harga minyak Brent ditutup menguat lebih dari 2% pada Kamis (27/8). Kenaikan harga minyak menjadi sentimen yang perlu diperhatikan, terutama bagi saham berbasis komoditas dan energi.
Sementara itu, yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun naik tipis kurang dari 1 basis poin ke level 4,672%. Harga emas spot juga menguat 0,4% menjadi US$4.609 per troy ounce.
Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, investor diperkirakan masih akan mengambil sikap wait and see menjelang akhir pekan dan pidato Kevin Warsh di Jackson Hole.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan
Tag Terkait: