Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Kemenperin Buka Penghargaan Industri Hijau 2026, Tiga Kategori Disiapkan

        Kemenperin Buka Penghargaan Industri Hijau 2026, Tiga Kategori Disiapkan Kredit Foto: Antara/Henry Purba
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali membuka pendaftaran Penghargaan Industri Hijau 2026. Tahun ini, penghargaan tersebut dibagi dalam tiga kategori yang menyasar perusahaan industri hingga pemerintah daerah.

        Pendaftaran telah dibuka sejak 23 Juli dan akan berlangsung hingga 9 September 2026 melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas). Proses penilaian dan penetapan pemenang dijadwalkan berlangsung pada September 2026.

        Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Kemenperin Emmy Suryandari mengatakan, tiga kategori disiapkan untuk mengapresiasi berbagai bentuk penerapan prinsip industri hijau.

        Kategori pertama, Kinerja Terbaik Penerapan Industri Hijau, ditujukan bagi perusahaan yang telah memiliki Sertifikat Industri Hijau.

        Kategori kedua, Transformasi Menuju Industri Hijau, diperuntukkan bagi perusahaan yang belum memiliki Standar Industri Hijau, tetapi telah menjalankan upaya efisiensi dan efektivitas penggunaan sumber daya dalam proses produksinya.

        Adapun kategori ketiga adalah Pemerintah Daerah dengan Implementasi Industri Hijau Terbaik. Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah yang dinilai memiliki komitmen dalam mendorong industri hijau melalui kebijakan dan dukungan kelembagaan.

        “Melalui tiga kategori tersebut, kami ingin memberikan apresiasi sekaligus memperluas ekosistem penerapan industri hijau. Transformasi industri hijau membutuhkan keterlibatan perusahaan industri serta dukungan pemerintah daerah sehingga implementasinya dapat semakin kuat dan merata,” ujar Emmy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (28/8).

        Penghargaan Industri Hijau bukan program baru bagi Kemenperin. Sejak pertama kali digelar pada 2010 hingga 2025, program tersebut telah memberikan apresiasi kepada lebih dari 1.100 perusahaan industri dari berbagai sektor manufaktur.

        Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan penerapan prinsip industri hijau semakin penting bagi industri nasional, terutama di tengah perubahan tuntutan pasar global.

        Menurut dia, efisiensi penggunaan sumber daya, pengurangan emisi dan limbah, serta penerapan proses produksi berkelanjutan tidak lagi hanya berkaitan dengan persoalan lingkungan. Aspek tersebut juga semakin berkaitan dengan daya saing dan keputusan investasi.

        “Transformasi menuju industri hijau merupakan sebuah keniscayaan. Industri yang mampu menggunakan sumber daya secara lebih efisien, menekan emisi dan limbah, serta menerapkan proses produksi yang berkelanjutan akan memiliki daya saing yang semakin kuat,” kata Agus.

        Dia menilai pasar global semakin mempertimbangkan aspek keberlanjutan dalam perdagangan dan investasi. Kondisi tersebut membuat industri Indonesia perlu meningkatkan kemampuan untuk memenuhi tuntutan produksi yang lebih berkelanjutan.

        Baca Juga: Limbah Sasirangan Capai 250 Liter per Produksi, Kemenperin Olah hingga Bisa Dipakai Kembali

        Baca Juga: Industri AMDK Wajib Penuhi SNI, Kemenperin Buka Pendampingan di Maluku

        Baca Juga: Insentif Motor Listrik Turun Jadi Rp3 Juta, Kemenperin Tunggu Kepastian Kuota

        “Kita ingin industri Indonesia tidak hanya kompetitif dari sisi harga dan kualitas, tetapi juga unggul dalam aspek keberlanjutan. Dengan industri hijau, kita dapat meningkatkan efisiensi produksi sekaligus memperkuat posisi produk manufaktur Indonesia dalam rantai pasok global,” ujarnya.

        Kemenperin berharap penghargaan tersebut tidak berhenti sebagai bentuk apresiasi, tetapi turut mendorong lebih banyak perusahaan mengadopsi praktik produksi yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

        Emmy mengajak perusahaan industri yang memenuhi kriteria untuk mengikuti ajang tersebut. Menurutnya, partisipasi industri dapat menjadi salah satu indikator bahwa sektor manufaktur mulai menempatkan efisiensi sumber daya dan keberlanjutan sebagai bagian dari strategi bisnis.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ilham Nurul Karim
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: