Kredit Foto: Istimewa
PLN Indonesia Power menggarap tiga proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas sekitar 396,4 megawatt peak (MWp) yang masuk tahap groundbreaking awal Program PLTS 100 gigawatt peak (GWp) pemerintah.
Tiga proyek tersebut terdiri atas PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp, PLTS Pasuruan 132 MWp, dan PLTS Banyuwangi sekitar 130,2 MWp. Ketiganya merupakan bagian dari 14 proyek PLTS awal berkapasitas total 5,3 GWp yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Bali, Selasa (25/8).
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, mengatakan keterlibatan perusahaan dalam proyek-proyek awal tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat portofolio pembangkitan energi terbarukan sekaligus mendukung percepatan pemanfaatan energi surya nasional.
“PLN Indonesia Power berkomitmen mengambil peran strategis dalam mendukung percepatan Program PLTS 100 GWp melalui pengembangan portofolio energi surya yang andal, kompetitif, dan berkelanjutan,” ujar Bernadus.
Menurut dia, pengembangan PLTS membutuhkan lebih dari sekadar penambahan kapasitas pembangkit. PLN Indonesia Power juga menyiapkan kapabilitas pengembangan proyek, inovasi teknologi, serta kolaborasi dengan mitra strategis untuk menjaga keandalan energi bersih dalam sistem ketenagalistrikan.
Pemerintah meluncurkan Program PLTS 100 GWp dengan tahap awal pembangunan dan groundbreaking 14 proyek di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kepulauan Riau. Kapasitas proyek pada tahap awal mencapai sekitar 5,3 GWp.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Bahlil Lahadalia, mengatakan program tersebut ditargetkan berjalan secara masif dalam tiga tahun. Pemerintah memperkirakan kebutuhan investasi program mencapai sekitar US$73 miliar atau Rp1.120 triliun, dengan potensi penciptaan 5,52 juta lapangan kerja dan penurunan emisi hingga 120 juta ton karbon dioksida per tahun.
Baca Juga: Prabowo Resmikan PLTS 100 GWp, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi
Baca Juga: PLTS 100 GW Jadi Pasar Baru Industri Baterai Indonesia
“Hari ini kita mempercepat implementasi program PLTS 100 GW. Total investasinya sekitar US$73 miliar atau Rp1.120 triliun, yang berpotensi menciptakan sekitar 5,52 juta lapangan kerja dan menurunkan emisi hingga 120 juta ton CO₂ per tahun,” kata Bahlil.
Presiden Prabowo Subianto menyatakan program PLTS 100 GWp ditujukan untuk memperkuat ketahanan dan kemandirian energi Indonesia melalui pemanfaatan sumber daya energi terbarukan dalam negeri.
Selain tiga proyek yang masuk tahap groundbreaking, PLN Indonesia Power juga memiliki portofolio pengembangan energi surya lainnya, termasuk PLTS Terapung Saguling berkapasitas 92 MWp.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
Editor: Dwi Aditya Putra