Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        PLN Beli Listrik PSEL Bekasi US$0,20 per kWh, Nilai PJBL Capai Rp792,32 M Setahun

        PLN Beli Listrik PSEL Bekasi US$0,20 per kWh, Nilai PJBL Capai Rp792,32 M Setahun Kredit Foto: PLN
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT PLN (Persero) menandatangani Perjanjian Jual Beli Tenaga Listrik (PJBL) untuk menyerap listrik dari proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) Kota Bekasi sebesar 223.584 megawatt hour (MWh) per tahun.

        Dengan harga pembelian listrik US$0,20 per kWh sesuai Perpres Nomor 109 Tahun 2025, penyerapan listrik PSEL Kota Bekasi sebesar 223.584 MWh per tahun berpotensi bernilai sekitar US$44,72 juta atau Rp792,32 miliar per tahun. (Kurs JISDOR Bank Indonesia 26 Agustus 2026 sebesar Rp17.717 per dolar AS)

        Penandatanganan PJBL dilakukan dalam agenda peresmian pembangunan PSEL Kota Bekasi di Ciketing Udik, Kecamatan Bantargebang, Kota Bekasi, Rabu (26/8). PLN akan menyerap listrik yang dihasilkan fasilitas tersebut dan menyalurkannya kembali untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di Bekasi.

        Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengatakan listrik yang berasal dari pengolahan sampah Kota Bekasi akan diprioritaskan untuk memperkuat pasokan listrik di wilayah setempat.

        Demand listrik di Bekasi cukup tinggi. Maka, kita mendedikasikan listrik dari PSEL Bekasi ini untuk masyarakat Bekasi. Jadi, sampah Kota Bekasi masuk ke sini, kemudian listrik yang dihasilkan kita pasok kembali ke Kota Bekasi,” ujar Darmawan.

        PSEL Kota Bekasi diproyeksikan mengolah lebih dari 500.000 ton sampah per tahun dan menghasilkan listrik yang setara dengan kebutuhan sekitar 55.000 rumah tangga berdaya 450 volt ampere (VA). Proyek senilai sekitar Rp3 triliun itu ditargetkan mulai beroperasi pada 2028.

        Baca Juga: Tiga PLTS PLN IP Masuk Groundbreaking Program 100 GWp

        Baca Juga: Prabowo Resmikan PLTS 100 GWp, PLN Siap Dukung Akselerasi Pengembangan EBT Menuju Swasembada Energi

        Menurut Darmawan, pengolahan sampah tetap menjadi tujuan utama proyek tersebut, sedangkan listrik merupakan produk turunan yang dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat.

        “Produk utamanya bukan listrik, tapi produk utamanya adalah lingkungan yang bersih. Listrik hanyalah by-product dari program ini,” tandas Darmawan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Rahmat Dwi Kurniawan
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Bagikan Artikel: