Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Anggaran BAKTI Dipangkas Rp534 Miliar, Tak Ada BTS Baru di 2027

Anggaran BAKTI Dipangkas Rp534 Miliar, Tak Ada BTS Baru di 2027 Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyebut anggaran Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) pada 2027 akan difokuskan untuk operasional dan pemeliharaan infrastruktur telekomunikasi yang telah tersedia. Keterbatasan anggaran membuat BAKTI tidak memiliki ruang untuk membangun infrastruktur baru pada tahun depan.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi Wayan Toni Supriyanto mengatakan BAKTI saat ini mengelola ribuan infrastruktur telekomunikasi di berbagai daerah. Infrastruktur tersebut mencakup hampir 3.000 titik akses internet, lebih dari 6.000 BTS 4G, serta hampir 1.000 BTS USO.

“Dengan adanya anggaran yang tidak bisa untuk membangun lagi sehingga pure untuk pembangunan OM,” kata Wayan dalam rapat kerja Komisi I DPR RI bersama Menteri Komunikasi dan Digital di Jakarta, Rabu (16/9/2026).

Menurut Wayan, seluruh infrastruktur yang telah dibangun tetap akan dioperasikan dan dipelihara menggunakan anggaran yang tersedia.

Di sisi lain, pemerintah masih menghadapi persoalan blank spot di sejumlah wilayah. Wayan mengatakan penanganan wilayah yang belum terjangkau jaringan tidak dapat hanya dilakukan dengan membangun BTS baru.

Pemerintah perlu melakukan pengukuran dan assessment lokasi terlebih dahulu untuk menentukan teknologi yang sesuai dengan karakteristik wilayah.

“Daerah blank spot ini memang perlu pengukuran, namanya assessment lokasi,” ujarnya.

Wayan mengatakan kondisi geografis seperti perbukitan dan cekungan dapat memengaruhi jangkauan sinyal BTS. Dalam kondisi tertentu, pemerintah dapat menggunakan solusi konektivitas berbasis satelit.

Komdigi juga menyiapkan pemanfaatan spektrum frekuensi 700 MHz sebagai salah satu opsi untuk memperluas cakupan jaringan telekomunikasi. Menurut Wayan, karakteristik propagasi frekuensi tersebut memungkinkan cakupan layanan yang lebih luas.

“Berharap dengan adanya kami melakukan seleksi frekuensi 700, yang memang sifatnya lebih baik daripada frekuensi yang lain, itu nanti bisa menutupi,” ungkapnya.

Komdigi juga akan melakukan perencanaan dan survei awal untuk memetakan kebutuhan penguatan jaringan maupun pembangunan BTS pada tahun-tahun berikutnya.

Kebijakan anggaran BAKTI tersebut merupakan bagian dari penyesuaian pagu Komdigi untuk 2027. Komisi I DPR RI menyetujui pagu anggaran Komdigi sebesar Rp11,517 triliun setelah dilakukan pergeseran antarprogram.

Baca Juga: Komdigi Dapat Anggaran Rp11,52 Triliun, Target PNBP Rp27,89 Triliun

Baca Juga: Komdigi Kasih Tenggat 5 Hari untuk 25 PSE, Ada Shopify, Whoosh Hingga Lion Air

Baca Juga: AI Pemerintah Tak Boleh Asal Jadi, Komdigi Minta Sesuai Kondisi Daerah

Dalam penyesuaian tersebut, BAKTI menjadi salah satu unit yang mengalami pengurangan anggaran sebesar Rp534,32 miliar. Pergeseran anggaran juga berasal dari Ditjen Teknologi Pemerintah Digital sebesar Rp350 miliar dan Ditjen Pengawasan Ruang Digital sebesar Rp29,6 miliar berdasarkan penjelasan Sekretaris Jenderal Komdigi.

Adapun pagu program pengembangan dan penguatan infrastruktur digital yang dikelola Ditjen Infrastruktur Digital dan BAKTI semula mencapai Rp6,477 triliun. Setelah penyesuaian, pagu program tersebut menjadi sekitar Rp6,015 triliun.

Dalam penyesuaian itu, anggaran BAKTI berkurang Rp534,322 miliar, sedangkan Ditjen Infrastruktur Digital memperoleh tambahan Rp71,981 miliar.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Yulisha Kirani Rizkya Pangestuti
Editor: Annisa Nurfitri