Kredit Foto: Istimewa
Emiten besutan Sandiaga Uno, PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG) memikul rugi bersih Rp3,87 triliun pada semester I-2026, berbanding terbalik dengan laba bersih Rp102,02 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Berdasarkan keterbukaan informasi BEI, Jumat (28/8/2026), kerugian tersebut membuat rugi per saham dasar SRTG ikut berbalik menjadi Rp286 per saham, dari sebelumnya masih mencatat laba Rp8 per saham.
Salah satu penyebab utama tekanan kinerja berasal dari kerugian investasi pada saham dan efek lainnya. Pos ini mencatat kerugian Rp4,84 triliun, melonjak 165,93% dibandingkan kerugian Rp1,82 triliun pada semester I-2025.
Di sisi lain, pendapatan dividen dan bunga masih menunjukkan pertumbuhan. SRTG membukukan penghasilan dari dividen dan bunga sebesar Rp1,69 triliun, meningkat dari Rp1,29 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Sementara itu, penghasilan lainnya turun menjadi Rp2,12 miliar, dari sebelumnya Rp2,5 miliar.
Tekanan terhadap kinerja Saratoga juga datang dari sejumlah pos beban. Beban usaha tercatat Rp123,05 miliar, meningkat dibandingkan Rp103,62 miliar pada semester I-2025. Beban lainnya juga naik menjadi Rp2,06 miliar, dari Rp708 juta.
Baca Juga: Direktur KFC Indonesia (FAST) Mundur di Tengah Perusahaan Masih Merugi, Ada Apa?
Baca Juga: Sandiaga Uno Diangkat Jadi Presiden Komisaris MUTU, Masuk Lewat Private Placement
Baca Juga: Presiden Prabowo: Dalam 2 Tahun, Penghasilan BUMN Naik Ratusan Persen Padahal Puluhan Tahun Merugi
Perseroan turut mencatat rugi bersih akibat selisih kurs sebesar Rp5,41 miliar, membengkak dibandingkan Rp565 juta pada periode yang sama tahun lalu. Meski demikian, beban bunga justru berhasil ditekan menjadi Rp37,08 miliar, dari sebelumnya Rp99,23 miliar.
Akumulasi tekanan tersebut membuat rugi sebelum pajak SRTG mencapai Rp3,3 triliun, jauh lebih besar dibandingkan Rp731,66 miliar pada semester I-2025.
Perubahan kinerja tersebut juga tercermin dalam posisi keuangan perseroan. Total aset SRTG per 30 Juni 2026 tercatat Rp57,54 triliun, turun dari Rp62,51 triliun pada akhir 2025.
Ekuitas perseroan juga menyusut menjadi Rp53,69 triliun, dibandingkan Rp58,91 triliun pada akhir tahun lalu. Sementara itu, total liabilitas justru meningkat menjadi Rp3,84 triliun, dari Rp3,59 triliun pada akhir 2025.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan