Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Direktur KFC Indonesia (FAST) Mundur di Tengah Perusahaan Masih Merugi, Ada Apa?

Direktur KFC Indonesia (FAST) Mundur di Tengah Perusahaan Masih Merugi, Ada Apa? Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Warta Ekonomi, Jakarta -

Pengelola waralaba KFC di Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST) mengumumkan salah satu direksinya, Justinus Dalimin Juwono resmi mengajukan pengunduran diri.

Corporate Secretary FAST, Yohannes Kristianto Soeryo Legowo mengatakan, surat pengunduran diri Dalimin Juwono telah diterima perseroan pada 27 Agustus 2026.

Sebagai tindak lanjut, FAST akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB). Rapat tersebut nantinya akan membahas perubahan susunan pengurus perseroan, sementara jadwal pelaksanaannya akan diumumkan lebih lanjut.

Meski terjadi perubahan di jajaran direksi, FAST memastikan kondisi tersebut tidak memengaruhi kegiatan perusahaan secara material.

"Saat ini, tidak terdapat dampak material terhadap kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan, atau kelangsungan usaha Perseroan," kata Yohannes dalam keterbukaan informasi BEI, Jumat (28/8/2026).

Sebelum mengundurkan diri, Dalimin Juwono memegang sejumlah tanggung jawab strategis di FAST. 

Baca Juga: Emiten KFC Milik Keluarga Gelael dan Salim Grup Masih Merugi Rp56,7 Miliar Meski Pendapatan Naik

Baca Juga: Dua Katalis Positif Ini Jadi Pendorong Pertumbuhan BUMI

Baca Juga: BWPT Disorot Anwar Ibrahim, Ini Porsi Saham Peter Sondakh di Eagle High Plantations

Mengacu pada informasi di laman resmi KFC Indonesia, ia menjabat sebagai Direktur FAST yang membawahi bidang keuangan sekaligus menjalankan fungsi sebagai sekretaris korporasi.

Selain di FAST, Dalimin Juwono juga tercatat sebagai Direktur PT Gelael Supermarket.

Dengan pengunduran diri tersebut, susunan manajemen FAST selanjutnya akan ditentukan melalui RUPSLB. Keputusan pemegang saham dalam rapat tersebut akan menjadi dasar bagi perseroan dalam mengisi posisi yang ditinggalkan Dalimin Juwono.

Masih Rugi di Semester I-2026

Di tengah perubahan manajemen, FAST masih mencatat rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar Rp56,74 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut menyusut cukup signifikan dibandingkan kerugian pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp138,75 miliar.

Dari sisi pendapatan, FAST membukukan Rp2,78 triliun, tumbuh 15,8% dibandingkan semester I-2025 yang mencapai Rp2,40 triliun.

Kenaikan penjualan turut diikuti peningkatan beban pokok pendapatan menjadi Rp1,23 triliun, dari sebelumnya Rp961,44 miliar. Meski demikian, laba bruto FAST masih meningkat menjadi Rp1,55 triliun, dibandingkan Rp1,44 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Perbaikan juga terlihat pada tingkat operasional. Rugi usaha FAST berhasil ditekan menjadi Rp32,42 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan rugi usaha semester I-2025 sebesar Rp143,17 miliar.

Kerugian sebelum pajak juga menyusut menjadi Rp76,95 miliar, dari sebelumnya Rp185,38 miliar.

Perbaikan kinerja tersebut turut tercermin pada rugi bersih per saham yang turun menjadi Rp13 per saham, dibandingkan Rp31 per saham pada semester I-2025.

Dari sisi neraca, total aset FAST per 30 Juni 2026 tercatat Rp5,16 triliun, meningkat dibandingkan posisi akhir 2025 sebesar Rp4,94 triliun.

Namun, total liabilitas juga mengalami kenaikan. Liabilitas FAST mencapai Rp4,75 triliun per 30 Juni 2026, dari Rp4,51 triliun pada akhir 2025.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan