Cak Imin Soal Muktamar NU: Jangan Mengulangi yang Salah, yang Salah, yang Salah
Kredit Foto: Azka Elfriza
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar atau Cak Imin memberikan pesan yang menjelang rangkaian agenda Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU). Ia meminta para pimpinan organisasi itu tidak kembali mengulangi kesalahan yang terjadi selama lima tahun terakhir.
Seruan tersebut bahkan disampaikannya dengan mengulang kalimat yang sama sebanyak tiga kali. Penekanan itu menunjukkan besarnya perhatian sosok menteri itu terhadap konflik internal yang menurutnya telah mengganggu persatuan di tubuh NU.
Baca Juga: Ada 'Pengkhianat' di Projo? Pengakuan Mengejutkan Budi Arie Soal Video Viral Bareng Jokowi
“Jangan mengulangi yang salah, yang salah, yang salah,” kata Cak Imin sesaat sebelum masuk ke mobilnya, dikutip Sabtu (29/8/2026).
Cak Imin sebelumnya menilai berbagai persoalan yang muncul dalam lima tahun terakhir harus menjadi bahan evaluasi dalam Muktamar NU.
Menurut dia, muktamar merupakan ruang bagi organisasi untuk melihat kembali apa yang telah berjalan dan menentukan perbaikan ke depan.
Ia menilai konflik internal telah menimbulkan dampak terhadap ukhuwah nahdiyin. Situasi tersebut antara lain terlihat dari munculnya persoalan saling pecat dan ketegangan di lingkungan PBNU.
“Saling pecat, berantem, kewibawaan para kiai pun hilang, saling mengancam tidak diberi SK,” katanya.
Bagi Cak Imin, membangun kembali persaudaraan tidak cukup hanya dengan menyelesaikan konflik sesaat. Ia mendorong adanya sistem organisasi yang lebih mandiri dan kuat.
“Saya mengetuk kesadaran para pimpinan, tidak ada jalan lain agar kekuatan organisasi ini tidak punah, kecuali NU memiliki sistem yang mandiri,” tegasnya.
Pesan tersebut disampaikan ketika organisasi terkait tengah menjalankan Muktamar ke-35 di 27-31 Agustus 2026. Forum tersebut memiliki agenda penting, termasuk memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU 2026-2031.
Baca Juga: BAP Kasus Ijazah Jokowi Masih Jadi Misteri, Dokter Tifa: Ini Sudah Menjadi Pembohongan Publik
Sebanyak 38 pengurus wilayah NU, 523 PCNU, dan 33 pengurus cabang istimewa NU mengikuti muktamar tersebut dengan total 2.232 delegasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: