Founder 22 Perusahaan, Pengasuh Ponpes Tebuireng Terpilih Jadi Ketua Umum PBNU
Kredit Foto: Istimewa
KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2026-2031. Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng ini ternyata memiliki perjalanan hidup yang tidak hanya lekat dengan dunia pesantren, tetapi juga dunia usaha.
Gus Kikin dikenal sebagai pendiri 22 perusahaan yang bergerak di sejumlah sektor, mulai dari transportasi, pelayaran, kontraktor minyak dan gas bumi (migas), teknologi informasi hingga media televisi. Kiprahnya di dunia bisnis tersebut menjadi salah satu sisi menarik darinya.
Baca Juga: Jokowi: Banyak Fitnah, Banyak Hinaan, Banyak Cacian Sampai ke Saya
“Setelah melakukan musyawarah dari lima nama calon yang diajukan, maka anggota secara mufakat memutuskan untuk memilih KH Abdul Hakim,” kata Anggota Ahlul Halli wal Aqdi (AHWA) Kiai Anwar di Muktamar Ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), dikutip Senin (31/8/2026).
Gus Kikin lahir di Jombang pada 17 Agustus 1958. Ia tumbuh dalam lingkungan keluarga pesantren. Masa kecilnya tidak jauh dari aktivitas pendidikan keagamaan, terutama di Pondok Pesantren Sunan Ampel Jombang.
Ia juga menimba ilmu di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi'iyah Seblak, Jombang. Latar belakang keluarga tersebut kemudian menjadi bagian penting dalam perjalanannya hingga dipercaya mengasuh Pondok Pesantren Tebuireng.
Gus Kikin sendiri menempuh Madrasah Ibtida'iyah Parimono pada 1963-1970. Setelah itu, ia bersekolah di SMP Negeri 1 Jombang pada 1971-1973 dan SMA Negeri 2 Jombang pada 1974-1977.
Menariknya, perjalanan pendidikannya kemudian bersinggungan dengan dunia maritim. Gus Kikin diketahui melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran Jakarta pada 1975-1979. Ia kemudian menjalani praktik pelayaran selama tiga tahun sebelum bekerja di perusahaan pelayaran bernama Djakarta Lloyd.
Karier profesionalnya berkembang cukup cepat. Pada 1988 Gus Kikin dipercaya menjadi kepala cabang dari Djakarta Lloyd di Kota Cilegon.
Namun, pengalaman tersebut kemudian berkembang menjadi perjalanan panjang di dunia kewirausahaan. Pada 1998, Gus Kikin mendirikan lima perusahaan di Surabaya. Dua tahun berselang, ia juga mendirikan kantor di Jakarta.
Sejumlah perusahaan yang didirikannya antara lain Bama Buana Sakti, Bama Bhakti Samudra, Bama Bumi Sentosa, Bama Bali Sejahtera dan Bama Berita Sarana. Ekspansi bisnis tersebut terus berkembang hingga jumlah perusahaan yang didirikannya mencapai 22 perusahaan.
Salah satu bidang usaha yang juga menjadi bagian dari kiprahnya adalah sektor minyak dan gas bumi. Sumur gas pertama yang dikelola melalui salah satu lini usahanya berada di Kabupaten Sumenep, Madura. Salah satu perusahaan yang bergerak di sektor tersebut adalah PT Energi Mineral Langgeng.
Adapun Gus Kikin tetap memiliki keterikatan kuat dengan dunia pendidikan pesantren. Ia kemudian dikenal sebagai pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng. Ia merupakan salah satu pesantren yang memiliki posisi penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama.
Baca Juga: Jokowi: Jangan Suka Mendahului, Kadang Itu Bisa Menyakiti Orang Lain
Kini, pengalaman tersebut memasuki babak baru setelah ia dipercaya memimpin organisasi melalui posisi Ketua Umum PBNU untuk periode 2026-2031. Terpilihnya Gus Kikin sekaligus menempatkan sosok dengan kombinasi pengalaman pesantren dan dunia profesional tersebut di PBNU.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar