Soal Pernyataan Pemilu Dipercepat dari Budi Arie, Eks Waketum Gerindra Ungkap Reaksi Prabowo, Marah?
Kredit Foto: Pelindo
Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mendapat pembelaan dari sejumlah tokoh setelah video pernyataannya mengenai kemungkinan Pemilu 2029 berlangsung lebih awal menjadi perbincangan di media sosial.
Pernyataan Budi Arie sebelumnya menuai kritik dan tudingan dari sejumlah pihak. Ada yang menilai ucapannya dapat dimaknai sebagai provokasi makar karena mendorong upaya percepatan pemilu sebelum 2029.
Namun, sejumlah tokoh yang hadir atau mengikuti perkembangan isu tersebut menilai pernyataan Budi Arie tidak dapat langsung diartikan sebagai ajakan melakukan tindakan makar.
Mantan politikus Partai NasDem Zulfan Lindan, yang disebut turut hadir dalam pertemuan internal ketika pernyataan tersebut disampaikan, membantah adanya niat provokasi dalam pernyataan Budi Arie.
Menurut Zulfan, konteks pernyataan yang disampaikan dalam forum tersebut berbeda dengan narasi yang kemudian berkembang di media sosial.
Ia menilai sejumlah framing yang muncul telah menimbulkan persepsi berbeda terhadap maksud pernyataan Budi Arie.
Zulfan juga menduga polemik tersebut berpotensi dimanfaatkan pihak tertentu untuk memperuncing hubungan antara kelompok pendukung Presiden ke-7 RI Joko Widodo dan Presiden Prabowo Subianto.
Pembelaan juga disampaikan Relawan Prabowo-Gibran sekaligus bagian dari Jaringan 98, Ricky Tamba.
Menurut Ricky, masyarakat tidak perlu bereaksi secara berlebihan terhadap pernyataan Budi Arie. Ia menilai pandangan yang disampaikan Ketua Umum Projo tersebut seharusnya dapat dilihat sebagai bagian dari dinamika politik dan masukan terhadap kondisi yang sedang berkembang.
"Perbedaan pandangan maupun kritik merupakan hal yang sangat wajar dalam dinamika politik,” ujar Ricky.
Ia juga mengimbau para relawan dan pendukung pemerintah untuk menyikapi berbagai perbedaan pandangan secara proporsional.
Menurutnya, perbedaan pendapat tidak seharusnya menjadi alasan untuk membangun prasangka atau memperuncing perbedaan di antara kelompok pendukung pemerintahan Prabowo-Gibran.
Sementara itu, mantan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Puyono menilai pernyataan Budi Arie tidak dapat dikategorikan sebagai ancaman terhadap pemerintahan Prabowo.
Ia menyebut pernyataan tersebut lebih tepat dipahami sebagai bentuk perhatian dan tanggung jawab moral terhadap jalannya pemerintahan.
Menurut Arief, masukan dari kelompok pendukung pemerintah tidak seharusnya selalu dimaknai sebagai kritik yang bertujuan menjatuhkan pemerintahan.
Ia bahkan menyebut pernyataan Budi Arie sebagai bentuk kepedulian terhadap keberhasilan pemerintahan Prabowo. Arief juga menilai Presiden Prabowo merupakan sosok yang terbuka terhadap kritik dan masukan.
"Beliau sangat terbuka terhadap kritik dan tidak akan mudah marah hanya karena mendapatkan masukan atau perbedaan pandangan dari para pendukungnya," kata Arief.
Sebelumnya, Budi Arie telah memberikan klarifikasi terkait pernyataannya mengenai kemungkinan Pemilu 2029 berlangsung lebih awal. Ia menegaskan pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi berdasarkan dinamika yang berkembang di masyarakat.
Budi Arie juga menyatakan setiap penyelesaian persoalan politik harus tetap berada dalam koridor demokrasi dan konstitusi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat