Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Usai Nongol Bareng Budi Arie yang Bicara Percepatan Pemilu, Jokowi Minta Prabowo-Gibran Dua Periode!

        Usai Nongol Bareng Budi Arie yang Bicara Percepatan Pemilu, Jokowi Minta Prabowo-Gibran Dua Periode! Kredit Foto: Antara/Bayu Pratama S
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Manuver Ketua Umum Projo, Budi Arie, lewat video viralnya menuai reaksi keras dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Usai menemui Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) di kediamannya pada Senin (31/8/2026),

        Ketua Bidang Politik DPP PSI, Bestari Barus, membawa pesan tegas yang mematahkan narasi wacana percepatan pemilu tersebut.

        Bestari memastikan bahwa pernyataan Budi Arie sama sekali tidak mencerminkan sikap maupun keinginan Jokowi ke depannya.

        Bestari mengungkapkan bahwa hingga detik ini, instruksi dari Jokowi kepada jajaran PSI tidak pernah berubah dan sangat jelas: mendukung penuh jalannya pemerintahan saat ini.

        "Sampai saat ini pun kami dari PSI ini instruksi dari Pak Jokowi masih jelas, bahwa Prabowo-Gibran sampai dua periode," tegas Bestari di kediaman Jokowi, Gang Kutai Utara No: 1, Sumber, Solo, Senin (31/08/2026).

        "Pak Jokowi perintahkan kita untuk kawal Prabowo-Gibran dua periode, tapi ada yang nyeletuk-nyeletuk dengan sengaja kemudian menyebarluaskan potongan omongan itu kepada publik yang berbeda dengan apa yang diinginkan dan diarahkan Pak Jokowi kepada kami, ya kami anggap itu sebagai omongan liar biasa," tambahnya. 

        Oleh karena itu, PSI menilai pernyataan Budi Arie yang menyinggung wacana di luar koridor tersebut sebagai sebuah kesalahan fatal yang justru memicu kebingungan publik di tengah arahan solid dari Jokowi.

        Lebih lanjut, PSI menyayangkan langkah penyebarluasan potongan video yang menampilkan wajah Jokowi di dalamnya.

        Bestari menyentil Budi Arie agar lebih berani bertanggung jawab atas opini pribadinya tanpa harus menyeret nama atau sosok Presiden ke-7 RI tersebut. Menurut Bestari, hal tersebut hanyalah "omongan liar" semata.

        "Jauh lebih gentleman kalau itu disampaikan secara sendiri tanpa melibatkan wajah Pak Jokowi di situ. Kan itu lebih elegan, dan dia harus mempertanggungjawabkannya sendiri ke hadapan publik," kritik Bestari tajam.

        Selain meluruskan arahan politik Jokowi, Bestari juga menjawab tegas rumor yang mengaitkan Budi Arie dengan PSI. Ia memastikan bahwa PSI menolak mentah-mentah kehadiran Budi Arie di dalam tubuh partai berlambang mawar tersebut.

        Terkait hal ini, Jokowi disebut tidak ikut campur dan menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme internal PSI. Namun, Bestari mengungkap alasan menohok di balik penolakan tersebut.

        "Kami tak mau sama orang yang pernah mengatakan 'Projo itu bukan Pro Jokowi'. Kita tak ingin masyarakat melihat ini digaungkan oleh PSI," ungkapnya.

        Di akhir keterangannya, Bestari menegaskan bahwa PSI sangat memahami batasan politik dan etika yang harus dipatuhi dalam menyampaikan sikap resmi partai ke ruang publik.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: