Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan mengoptimalkan pagu anggaran Rp2,523 triliun pada 2027 untuk menjaga operasional sekaligus memperkuat layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika. Anggaran tersebut akan diarahkan untuk sejumlah kebutuhan, mulai dari pemeliharaan peralatan hingga penguatan sistem informasi dan peringatan dini.
Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani mengatakan anggaran yang tersedia akan digunakan untuk menjaga keberlangsungan operasional BMKG di pusat maupun daerah. Selain itu, lembaganya juga akan memanfaatkan anggaran tersebut untuk memperkuat infrastruktur serta memastikan peralatan operasional tetap berfungsi optimal.
"Untuk pagu 2027 sebesar Rp 2,523 triliun akan kami optimalkan untuk menjaga operasional, memperkuat infrastruktur MKG, memelihara peralatan operasional, dan meningkatkan kualitas informasi dan peringatan dini," kata Faisal dalam rapat bersama Komisi V DPR di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (1/9/2026).
Dalam pagu tersebut, sekitar Rp1,24 triliun dialokasikan untuk program dukungan manajemen. Sementara itu, sekitar Rp1,28 triliun lainnya diperuntukkan bagi program meteorologi, klimatologi, dan geofisika (MKG).
Penguatan sarana pemantauan juga menjadi bagian dari rencana penggunaan anggaran BMKG. Salah satu proyek yang disiapkan adalah pembangunan radar cuaca dan radar maritim untuk meningkatkan kemampuan pemantauan kondisi atmosfer dan laut.
Faisal mengatakan BMKG merencanakan pembangunan tiga unit radar C-Band yang akan ditempatkan di Bali, Aceh, dan Padang. Selain itu, satu unit radar maritim X-Band juga akan dibangun di Manado.
"Kemudian juga yang terpenting terkait dengan pembangunan 3 unit radar C-Band di Bali, Aceh, dan di Padang, dan 1 unit radar maritim X-Band di Manado," ujar Faisal.
Tidak hanya radar, BMKG juga menyiapkan anggaran melalui skema Surat Berharga Syariah Negara (SBSN). Dana sebesar Rp273,89 miliar tersebut akan digunakan untuk berbagai kegiatan, terutama pembangunan infrastruktur gedung layanan di 20 lokasi.
Pemeliharaan peralatan juga menjadi salah satu kebutuhan yang mendapat perhatian. Pada 2027, BMKG akan melakukan pemeliharaan terhadap 314 unit alat utama MKG yang berada di pusat dan 1.914 unit peralatan di daerah.
BMKG juga tetap menjalankan program edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana dan perubahan kondisi cuaca. Salah satunya melalui Sekolah Lapang Gempa Bumi yang pada 2027 ditargetkan diikuti 2.370 peserta.
Selain itu, BMKG akan melanjutkan Sekolah Lapang Iklim sebagai bagian dari upaya meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap informasi iklim. Program tersebut diharapkan membantu masyarakat menggunakan informasi iklim dalam menghadapi berbagai risiko yang berkaitan dengan kondisi cuaca dan iklim.
Di tengah kebutuhan tersebut, BMKG sebenarnya menghadapi keterbatasan anggaran. Faisal mengungkap kebutuhan anggaran lembaganya pada 2027 berdasarkan Rencana Strategis (Renstra) mencapai Rp4,649 triliun, sedangkan pagu yang tersedia hanya Rp2,523 triliun.
Dengan perbedaan tersebut, BMKG mencatat backlog anggaran sebesar Rp2,126 triliun. Kekurangan itu mencakup berbagai kebutuhan operasional, dukungan manajemen, hingga kebutuhan non-operasional program MKG.
Baca Juga: Kemarau Bertahan hingga Oktober, BMKG Ungkap Wilayah Ini Berpotensi Diguyur Hujan
Meski demikian, BMKG memastikan pagu yang tersedia akan dimaksimalkan untuk menjaga layanan yang berkaitan langsung dengan keselamatan dan kebutuhan masyarakat. Penguatan sistem informasi serta peringatan dini menjadi salah satu prioritas di tengah keterbatasan ruang anggaran.
Pada tahun berjalan, BMKG juga terus menjalankan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Faisal mengatakan realisasi pelaksanaan OMC hingga saat ini telah mencapai lebih dari 95 persen sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko hidrometeorologi ekstrem dan memenuhi kebutuhan air.
"Untuk Operasi Modifikasi Cuaca, ini juga terus berjalan untuk aksi dini pengurangan hidrometeorologi ekstrem dan pemenuhan kebutuhan air telah mencapai realisasi di atas 95%," kata Faisal.
Dengan pagu Rp2,523 triliun, BMKG akan mengarahkan belanja 2027 pada kebutuhan yang dianggap paling penting untuk menjaga operasional, memperkuat sarana pemantauan, serta meningkatkan kualitas layanan informasi cuaca, iklim, dan geofisika kepada masyarakat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama
Tag Terkait: