Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Gubernur Bank Indonesia (BI) terpilih, Destry Damayanti, menyebut pertumbuhan ekonomi dunia pada 2026 masih akan menghadapi tekanan di tengah tingginya ketidakpastian global. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh kembali memanasnya ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
“Sebagaimana kita ketahui, ketagangan antara AS dan Iran kembali memanas pada awal Juli dan mengancam interim deal yang dilakukan pada pertengahan Juni 2026," kata Destry di DPR, Jakarta, Selasa (1/9/2027/6).
Menurutnya, kondisi tersebut membuat pertumbuhan ekonomi dunia 2026 diperkirakan hanya mencapai 3%. Perlambatan juga terjadi baik di negara emerging market maupun negara maju.
“Akibatnya prospek pertumbuhan ekonomi dunia 2026 akan tetap lemah sebesar 3%, penurunan terjadi baik di negara emerging market yang melambat menjadi sebesar 3,9% maupun negara maju yang hanya tumbuh diperkirakan sebesar 1,7%," sebut dia.
Tekanan global, kata Destry, turut tercermin dari harga minyak yang masih tinggi dan inflasi global yang berada di kisaran 4,5%. Penguatan dolar AS serta tingginya suku bunga AS juga meningkatkan tekanan terhadap mata uang negara berkembang, termasuk rupiah.
Baca Juga: Purbaya Buka-bukaan Soal Ancaman Ekonomi Global yang Mengintai Indonesia
Baca Juga: Destry Ungkap Arah Kebijakan BI, Stabilitas Tetap Jadi Prioritas
“Hal ini sejalan dengan tingginya suku bunga di AS, pelarian modal di emerging market ke AS, dan tingginya risiko global tersebut. Seluruh kondisi ini memberikan tekanan pelemahan nilai tukar hampir seluruh mata uang dunia dengan tekanan yang lebih besar pada mata uang negara emerging market termasuk Indonesia," jelas dia.
Meski menghadapi tekanan eksternal tersebut, BI menegaskan perekonomian Indonesia tetap mampu menjaga pertumbuhan. Pada kuartal II-2026 ekonomi nasional tumbuh 5,29%, melanjutkan pertumbuhan di kuartal I sebelumnya sebesar 5,6%.
"Pertumbuhan tersebut banyak ditopang oleh stimulus fiskal yang berdampak pada peningkatan konsumsi pemerintah dan investasi," pungkas dia.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dwi Aditya Putra
Editor: Dwi Aditya Putra
Tag Terkait: