Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Syahganda: Demo Pati Terhubung Kabinet Bayangan di Kendeng

Syahganda: Demo Pati Terhubung Kabinet Bayangan di Kendeng Kredit Foto: Istimewa
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Dewan Direktur Great Institute, Syahganda Nainggolan, menilai aksi demonstrasi besar pada 27 Agustus 2026 berpotensi kembali membesar seperti tahun lalu jika tidak ada langkah pencegahan sistematis dari Presiden Prabowo Subianto.

"Nah, ini sebenarnya kalau tidak ada pencegahan yang sistematis juga dari pemerintahan Prabowo bisa jadi besar dan mengulangi seperti tahun lalu gitu," ungkapnya dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, dikutip Senin (31/8).

Syahganda menyoroti peran warga Pati sebagai aktor penting dalam aksi tersebut. Ia menyebut, meski masyarakat Pati merasa aksi mereka murni, sebelumnya sudah ada pertemuan dengan Kabinet Bayangan.

Pertemuan itu berlangsung di Pegunungan Kendeng, Kabupaten Pati, pada 17 Agustus 2026 dalam agenda Upacara Rakyat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Acara dipimpin tokoh adat Gunretno dan dihadiri oleh Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JMPPK).

"Kalau ini memainkannya dari Pati itu, terlepas dari masyarakat Patinya merasa ditunggani atau gak atau murni yang jelas kan mereka sudah beberapa kali ketemu dengan kabinet bayangan, kalau gak salah, itu mereka ketemu di Kendeng ya kan di Jawa Tengah itu dan lain-lain gitu," tandasnya.

Baca Juga: Syahganda: Ledakan Demo Pati Mirip Pola Agitprop Era Soviet

Seperti diketahui, demonstrasi besar pada 27 Agustus 2026 dipelopori oleh warga Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB). Massa dari Pati menjadi motor penggerak utama yang berhasil memobilisasi gelombang aksi berskala nasional.

Dalam orasi di depan Gedung DPR RI, AMPB membawa dua tuntutan pokok: segera mengesahkan RUU Perampasan Aset dan menerapkan hukuman mati bagi koruptor.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Ulya Hajar Dzakiah Yahya
Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Tag Terkait: