- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
2 Bulan Disuspensi BEI, Saham CRAB Kembali Dibuka dan Langsung Terkoreksi
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Setelah hampir dua bulan tidak bisa diperdagangkan, saham PT Toba Surimi Industries Tbk (CRAB) kembali masuk ke perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (2/9/2026).
Pembukaan kembali perdagangan ini dilakukan setelah CRAB menyelesaikan kewajiban keterbukaan informasi yang sebelumnya tertunda, yakni menyerahkan laporan keuangan tahunan yang telah diaudit.
Sebagai informasi, BEI memberlakukan penghentian sementara perdagangan saham CRAB sejak 30 Juni 2026. Langkah tersebut diambil karena perseroan belum menyampaikan laporan keuangan sesuai tenggat yang ditetapkan bursa.
Selama masa suspensi, saham CRAB tidak dapat ditransaksikan oleh investor di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
Kepala Divisi Peraturan dan Layanan Perusahaan Tercatat BEI, Teuku Fahmi Ariandar Pratomo Aryanto menyampaikan CRAB telah menuntaskan kewajiban yang sebelumnya menjadi dasar penghentian perdagangan.
Dia mengaku, tidak ada lagi kondisi lain yang mengharuskan perdagangan saham CRAB dihentikan. Oleh sebab itu, perdagangan saham perseroan kembali dibuka sejak sesi pra-pembukaan pada hari yang sama, baik di Pasar Reguler maupun Pasar Tunai.
"BEI turut meminta investor dan pihak berkepentingan untuk tetap memperhatikan berbagai informasi serta keterbukaan yang disampaikan oleh perseroan," kata dia dalam keterbukaan informasi BEI, Rabu (2/9/2026).
Meski kembali mendapatkan akses ke pasar, respons investor terhadap saham CRAB justru belum positif. Pada perdagangan perdananya setelah suspensi berakhir, harga saham CRAB turun 3,8% atau 8 poin menjadi Rp200 per saham.
Laba CRAB Tertekan di Semester I-2026
Sepanjang enam bulan pertama 2026, CRAB membukukan penjualan bersih sebesar Rp322,13 miliar. Angka tersebut masih menunjukkan pertumbuhan 8% dibandingkan penjualan pada semester I-2025 yang mencapai Rp298,29 miliar.
Namun, kenaikan penjualan belum mampu mengangkat keuntungan perseroan. Beban pokok penjualan justru meningkat lebih cepat, yakni 15,34%, menjadi Rp302,16 miliar dari sebelumnya Rp261,95 miliar.
Baca Juga: BEI Gembok 3 Saham yang Melonjak Signifikan, Ada yang Naik 122%
Baca Juga: BEI Tunda RUPSLB, Demutualisasi Bursa Masih Tunggu Restu OJK
Baca Juga: BEI Bidik Saham Rp1 Mulai September, 8 Anggota Bursa Belum Siap
Kondisi tersebut membuat laba bruto CRAB tergerus cukup dalam. Laba bruto turun 45,03% menjadi Rp19,97 miliar, sedangkan pada periode yang sama tahun lalu masih mencapai Rp36,33 miliar.
Penurunan semakin terasa pada tingkat laba bersih. CRAB hanya mencatat laba bersih tahun berjalan Rp3,94 miliar pada semester I-2026, anjlok 53,21% dibandingkan Rp8,42 miliar pada semester I-2025.
Kinerja tersebut turut menekan laba per saham (EPS). EPS CRAB turun 53,24% menjadi Rp2,02 dari sebelumnya Rp4,32 per saham.
Sementara itu, posisi kewajiban perseroan mengalami peningkatan signifikan. Per 30 Juni 2026, total liabilitas CRAB mencapai Rp125,22 miliar, naik 168,03% dari Rp46,74 miliar pada akhir Desember 2025.
Di sisi lain, total aset CRAB tercatat Rp367,78 miliar per 30 Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 28,87% dibandingkan posisi akhir 2025 yang sebesar Rp285,36 miliar.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Dian Ihsan
Editor: Dian Ihsan