Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Habib Bahar Ungkap Komunikasi dengan Hercules, Singgung GRIB Tak Akui Ada Anggota di Pejompongan

        Habib Bahar Ungkap Komunikasi dengan Hercules, Singgung GRIB Tak Akui Ada Anggota di Pejompongan Ilustrasi: Wafiyyah Amalyris K
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Habib Bahar bin Smith mengungkap komunikasi dengan Rosario de Marshall alias Hercules setelah muncul polemik mengenai dugaan keterlibatan anggota GRIB Jaya dalam pengeroyokan Bambang di Pejompongan. Dalam komunikasi tersebut, Bahar menyebut Hercules memberikan klarifikasi bahwa tidak ada anggota GRIB Jaya yang berada di lokasi kejadian.

        Bahar mengatakan pembicaraan dengan Hercules berlangsung setelah tantangan yang sebelumnya ia sampaikan beredar luas di media sosial. Ia kemudian kembali menghubungi Hercules untuk memastikan informasi mengenai keberadaan anggota GRIB Jaya di sekitar lokasi demonstrasi.

        Menurut Bahar, Hercules menyampaikan bahwa anggota GRIB Jaya tidak berada di Pejompongan ketika insiden yang menewaskan Bambang terjadi. Anggota GRIB disebut berada di kawasan Jakarta Pusat hingga Slipi, sementara lokasi kejadian yang dikaitkan dengan tewasnya Bambang berada di Pejompongan.

        Bahar mengungkapkan komunikasi tersebut dalam pernyataannya yang disiarkan melalui kanal YouTube Media Juang Islam pada 1 September 2026. Ia juga menyebut hubungannya dengan Hercules tetap baik meski sebelumnya sempat muncul tantangan terbuka yang menyeret nama organisasi tersebut.

        Dalam pembicaraan itu, Bahar juga menyampaikan sikapnya mengenai dugaan aksi kekerasan yang menimpa Bambang. Ia menegaskan persoalan tersebut harus tetap dibawa ke jalur hukum dan pihak yang bertanggung jawab perlu ditemukan.

        Bahar menilai klarifikasi dari GRIB Jaya mengenai tidak adanya anggota mereka di lokasi justru membuat proses penyelidikan menjadi penting. Menurutnya, jika GRIB tidak mengakui anggotanya sebagai pihak yang melakukan penganiayaan, aparat harus mengungkap siapa sebenarnya pelaku pengeroyokan tersebut.

        "Jikalau ormas GRIB tidak mengakui bahwasanya anak buahnya atau anggota Grib, oknum-oknum GR yang menganiaya Pak Bambang sampai meninggal dunia, kalau enggak ngaku terus apa? Berarti polisi dong pelakunya. Berarti pelakunya polisi. Kalau polisi bukan, berarti siapa pelakunya?" ujar Bahar.

        Pernyataan tersebut menunjukkan Bahar tidak lagi sekadar menyoroti persoalan melalui tantangan terbuka, tetapi juga mendesak adanya kejelasan mengenai pihak yang bertanggung jawab atas kematian Bambang. Ia meminta proses hukum berjalan untuk memastikan identitas serta keterlibatan masing-masing pihak dalam insiden tersebut.

        Sementara itu, Hercules disebut tidak mempermasalahkan hubungan komunikasinya dengan Bahar. Dalam percakapan tersebut, Hercules bahkan menyebut dirinya sebagai kakak dan Bahar sebagai adiknya serta menawarkan untuk bertemu secara langsung.

        Klarifikasi itu menjadi penting karena sebelumnya muncul tudingan mengenai keterlibatan anggota GRIB Jaya dalam kericuhan yang terjadi di kawasan Pejompongan. Bahar sebelumnya memang sempat menantang pihak yang disebutnya sebagai preman untuk berhadapan langsung setelah mengetahui adanya dugaan pengeroyokan terhadap Bambang.

        Bambang Setiawan, seorang penjual cermin di kawasan Pejompongan, meninggal dunia setelah mengalami penganiayaan dalam rangkaian kericuhan pada 27 Agustus 2026. Selain Bambang, seorang pemuda bernama Faturohman juga dilaporkan mengalami luka serius dalam kejadian tersebut.

        Dugaan keterlibatan GRIB Jaya dalam insiden itu kemudian dibantah oleh pihak organisasi. Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, mengatakan Hercules tidak pernah memerintahkan anggotanya untuk mengikuti demonstrasi dan justru meminta mereka tidak terlibat dalam kegiatan tersebut.

        Baca Juga: Ditanya Kenapa Tak Pernah Turun Demo Lagi, Jawaban Habib Rizieq Bikin Kaget

        Wilson juga menegaskan GRIB Jaya mendukung proses penegakan hukum dan upaya menjaga situasi Jakarta tetap kondusif. Karena itu, keterlibatan organisasi maupun anggota tertentu dalam insiden Pejompongan tetap harus dibuktikan melalui penyelidikan aparat.

        Di sisi lain, Bahar tetap meminta kasus tersebut diusut sampai terang. Menurut dia, bantahan dari sebuah organisasi tidak otomatis menyelesaikan persoalan karena aparat tetap memiliki tanggung jawab untuk menentukan siapa yang melakukan penganiayaan hingga menyebabkan Bambang meninggal dunia.

        Komunikasi antara Bahar dan Hercules akhirnya membuka ruang klarifikasi mengenai posisi GRIB Jaya dalam kasus tersebut. Namun, siapa pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas pengeroyokan Bambang masih menjadi bagian dari penyelidikan dan perlu dibuktikan berdasarkan fakta serta proses hukum.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: