Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Ditantang Habib Bahar Adu Jotos, Hercules Malah Telepon dan Sebut Dirinya 'Abang'

Ditantang Habib Bahar Adu Jotos, Hercules Malah Telepon dan Sebut Dirinya 'Abang' Kredit Foto: Wafiyyah Amalyris K
Warta Ekonomi, Jakarta -

Ketua Umum GRIB Jaya, Rosario de Marshall alias Hercules, memilih menyelesaikan persoalan dengan Habib Bahar bin Smith melalui komunikasi langsung. Alih-alih membalas tantangan adu jotos yang dilontarkan Bahar, Hercules mengaku menelepon sang pendakwah dan menyebut hubungan keduanya sebagai abang dan adik.

Hercules menceritakan percakapan tersebut ketika memberikan tanggapan melalui siaran langsung dalam perjalanan pulang menuju Pati, Jawa Tengah. Ia mengaku mengetahui video berisi tantangan Bahar dari media sosial sebelum memutuskan menghubunginya.

“Tadi malam sepanjang jalan saya ke sini karena saya lihat di TikTok, aku lanjut telepon dia terus dia menelepon kepala saya,” kata Hercules dikutip Senin (31/8/2026).

Dalam percakapan itu, Hercules menyebut Bahar tetap menggunakan panggilan yang menunjukkan hubungan keduanya. Meski usia Hercules lebih tua, ia mengatakan Bahar mengakui dirinya sebagai abang.

“Aku lebih tua dari dia tapi dia panggil kamu, ikrar bahwa saya kakaknya, dia adik saya,” tambah Hercules.

Respons tersebut datang setelah Bahar sebelumnya menyampaikan tantangan terbuka kepada pihak-pihak yang menurutnya bertanggung jawab atas pengeroyokan dalam aksi unjuk rasa di sekitar Gedung DPR RI, Jakarta, pada 27 Agustus 2026. Bahar menyatakan tidak gentar menghadapi siapa pun yang terlibat dalam tindakan tersebut.

Bahar melontarkan pernyataan itu setelah menjenguk Bambang Setiawan, pedagang cermin berusia 59 tahun yang meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan. Seorang korban lainnya, Faturohman, 18 tahun, juga disebut mengalami luka serius dalam peristiwa tersebut.

“Hei preman-preman semua. Kumpulin jadi satu mereka semua. Kumpulin jadi satu semua preman-preman, semua siapapun yang berbuat kemungkaran, siapapun,” kata Bahar dalam video yang beredar di media sosial, Sabtu (29/8/2026).

Baca Juga: Soal Video Hercules di Demo DPR 27 Agustus, GRIB Jaya Buka Suara

Bahar kemudian menegaskan dirinya tidak gentar jika harus menghadapi pihak yang jumlahnya lebih banyak. Ia bahkan menyatakan siap melawan tanpa mempersoalkan organisasi yang berada di belakang mereka.

“Kelingking saya nggak gemetar. Mau GRIB, mau siapapun. Mau PWI, siapapun,” tegasnya.

GRIB Jaya sebelumnya ikut terseret dalam isu kerusuhan pascademonstrasi tersebut. Organisasi yang dipimpin Hercules itu disebut-sebut berkaitan dengan aksi kekerasan, tetapi pihak GRIB Jaya membantah adanya keterlibatan secara kelembagaan.

Kuasa hukum GRIB Jaya, Wilson Colling, menegaskan organisasi tersebut tidak pernah memberikan instruksi kepada anggotanya untuk mengikuti demonstrasi pada Kamis malam. Menurutnya, Hercules justru meminta anggota GRIB tidak terlibat dalam aksi.

“Saya mengatakan bahwa GRIB tidak terlibat di dalam kerusuhan tersebut. Secara institusi, kelembagaan ya, kami orang hukum pasti mengetahui jika ada pergerakan-pergerakan seperti itu,” kata Wilson.

Menurut Wilson, sikap tersebut diambil karena GRIB Jaya ingin ikut menjaga keamanan Jakarta selama berlangsungnya aksi masyarakat. Ia menilai ketertiban merupakan tanggung jawab seluruh elemen, termasuk organisasi kemasyarakatan.

“Karena Jakarta adalah milik kita semua. Oleh karena itu kita jaga ketertiban jangan sampai ada masalah,” ujarnya.

Di tengah ketegangan tersebut, Hercules justru menawarkan pertemuan langsung kepada Bahar. Ia bahkan memastikan akan memberikan sambutan baik apabila Bahar bersedia datang ke kantor GRIB Jaya.

“Dengan senang hati aku kasih karpet merah buat Habib. Habib datang dari rumah sampai kantor saya, harus kembali dengan selamat. Dari kantor saya kembalikan ke rumah pun dengan selamat,” ujar Hercules.

Pernyataan itu memperlihatkan respons Hercules terhadap tantangan Bahar tidak diarahkan pada adu fisik. Ia memilih membuka ruang pertemuan sekaligus memberikan jaminan bahwa Bahar akan mendapatkan perlindungan selama berada di lingkungan GRIB Jaya.

Hercules juga menegaskan dirinya tidak menutup pintu komunikasi dengan Bahar. Setelah sebelumnya saling dikaitkan dalam polemik kerusuhan, hubungan personal yang disebut sebagai abang dan adik justru menjadi pintu yang ditawarkan Hercules untuk meredakan persoalan.

Dengan demikian, tantangan terbuka Bahar tidak berujung pada saling balas pernyataan keras dari Hercules. Ketua Umum GRIB Jaya tersebut memilih merespons dengan telepon, menawarkan pertemuan, serta membuka kesempatan bagi Bahar untuk datang langsung ke kantornya.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama

Tag Terkait: