Alasan Kubu Prabowo Polisikan Ketum Projo Budi Arie: Ingin Kasih Pelajaran ke Semua Rakyat Indonesia
Kredit Foto: Istimewa
Gerakan Cinta Prabowo (GCP) mengungkap alasan pihaknya melaporkan sosok dari Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi ke Bareskrim Polri. Hal itu rupanya terkait dengan pernyataan kemungkinan pemilu berlangsung lebih cepat sebelum 2029.
Ketua Umum Gerakan Cinta Prabowo H. Kurniawan mengatakan laporan tersebut bukan sekadar ditujukan kepada Budi Arie. Menurutnya, langkah hukum itu dimaksudkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai batas-batas yang berlaku dalam sistem demokrasi.
Baca Juga: Mahfud MD: PDIP Tak Menolak Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset, Cuma Polisinya dan Jaksanya...
"Hari ini saya menempuh jalur hukum untuk membuat pelajaran kepada semua rakyat negara ini bahwa di sebuah negara demokrasi pun ada batasan-batasan yang tidak bisa dilanggar dan dilalui oleh siapa pun dalam bentuk pelanggaran hukum," kata Kurniawan, dikutip Kamis (3/9/2026).
Diketahui, Budi Arie terlihat duduk bersama Presiden ke-7 Joko Widodo. Ia menyampaikan analisis mengenai kemungkinan adanya momentum politik dan pemilu yang berlangsung lebih cepat sebelum 2029.
"Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.
Budi Arie juga mengaitkan kemungkinan tersebut dengan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Ia membandingkannya dengan situasi menjelang perubahan besar pada akhir Orde Baru.
"Ini terjadi yang namanya kalau menurut pendapat saya terjadi yang namanya patahan sejarah, bagaimana tahun '97 itu tiba-tiba pemilu berikutnya '99. Dan potensi ini bukan tak ada, sangat besar dengan keresahan masyarakat dan kondisi ekonomi," tegasnya.
Namun Budi Arie belakangan memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan ucapannya.
"Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," ujar Budi.
Ia juga membantah adanya kaitan antara pernyataan tersebut dengan Jokowi. Menurut Budi, ucapannya tidak memiliki hubungan ataupun kaitan dengan Jokowi.
Baca Juga: RUU Perampasan Aset Mesti Segera Disahkan, Mahfud MD: Kalau Nunggu Sempurna Semua Nggak Bisa
"Saya siap bertanggung jawab dan menerima segala konsekuensi karena analisa dan pernyataan saya tersebut," katanya.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: