Kredit Foto: Antara/Fransisco Carolio
Pemerintah dan Perum Bulog terus mempercepat penyaluran bantuan pangan komoditas beras kepada masyarakat di berbagai wilayah Indonesia. Termasuk kawasan timur seperti Papua dan Maluku yang memiliki tantangan geografis dan distribusi.
Penyaluran Bantuan Pangan tersebut merupakan alokasi Juli, Agustus, dan September 2026, dengan setiap Penerima Bantuan Pangan (PBP) memperoleh 10 kilogram beras per bulan atau total 30 kilogram untuk tiga bulan
Untuk enam provinsi di Tanah Papua, bantuan pangan dialokasikan kepada 845.425 penerima dengan total beras mencapai 25.362.750 kilogram. Khusus Provinsi Papua Barat Daya, program tersebut menjangkau 83.342 PBP dengan total alokasi 2.500.260 kilogram beras yang tersebar di lima kabupaten dan satu kota.
Saat meninjau penyaluran di Kelurahan Malabutor, Kota Sorong, Papua Barat Daya, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menegaskan bahwa bantuan pangan merupakan bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu masyarakat yang membutuhkan sekaligus menjadi bagian dari jaring pengaman sosial.
"Bantuan pangan ini untuk membantu saudara-saudara kita. Ini sebagai jaminan sosial untuk masyarakat yang membutuhkan. Jadi pemerintah menyalurkan bantuan pangan ini agar masyarakat yang membutuhkan dapat terbantu," ujar dia dalam siaran pers resmi Perum Bulog, Kamis (3/9/2026).
Adapun penyaluran bantuan pangan di Sorong dialokasikan kepada 35.348 PBP, dengan volume mencapai 1.060.440 kilogram beras yang tersebar di 10 distrik dan 41 kelurahan. Di Kelurahan Malabutor sendiri, sebanyak 1.861 PBP menerima bantuan dengan total alokasi 55.830 kilogram beras.
Sementara di Provinsi Maluku, Bantuan Pangan beras alokasi Juli–September 2026 diberikan kepada 265.900 PBP dengan total kuantum 7.977.000 kilogram atau 7.977 ton. Khusus Kota Ambon, alokasi mencapai 761.490 kilogram untuk 25.383 PBP.
Di Kecamatan Teluk Ambon terdapat 3.538 PBP dengan alokasi 106.140 kilogram, termasuk 349 PBP di Desa Wayame dengan total 10.470 kilogram beras.
Saat memantau penyaluran di Desa Wayame, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, pria yang akrab disapa Zulhas ini menjelaskan, bahwa percepatan penyaluran menjadi penting, khususnya memasuki periode yang berpotensi menghadapi kondisi paceklik. Menurutnya, ketersediaan bantuan pangan dapat membantu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendukung stabilitas pangan.
"Memang saya minta dipercepat, karena sekarang lagi kemarau, lagi paceklik, bukan waktunya panen. Otomatis harga akan naik sedikit. Tentu akan membutuhkan bantuan, maka kita perlu percepat," kata Zulhas.
Untuk wilayah Maluku, penyaluran bantuan pangan telah mencapai sekitar 60 persen dan Bulog terus melakukan percepatan terhadap sisa penyaluran.
"Ini bisa terlaksana dengan baik karena kerja sama pemerintah pusat, pemerintah daerah, bupati, gubernur, wali kota, dan Bulog. Ini adalah bagian dari bantuan pemerintah yang manfaatnya harus benar-benar sampai kepada masyarakat," imbuh Zulhas.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan Bulog dalam mendukung pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan ke seluruh wilayah Indonesia. Komitmen tersebut mencakup daerah-daerah yang menghadapi tantangan geografis maupun kendala distribusi.
Untuk memastikan bantuan tersalurkan dengan baik, Bulog juga memperkuat pengawasan di setiap tahapan penyaluran, sekaligus menjaga kualitas bantuan hingga diterima masyarakat.
"Dengan jaringan dan kesiapan infrastruktur yang kami miliki, kami berkomitmen menjalankan penyaluran dengan sebaik-baiknya agar bantuan pemerintah dapat menjangkau masyarakat hingga pelosok negeri," ujar Ahmad Rizal Ramdhani.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Editor: Dian Ihsan