Kredit Foto: Sufri Yuliardi
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan petuahnya untuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Menurutnya mereka belum perlu menarik utang baru melalui penerbitan obligasi daerah.
Purbaya mengatakan wilayah tersebut sudah memiliki anggaran yang cukup besar sehingga tidak perlu menambah sumber pembiayaan dari utang.
Baca Juga: BGN Sebentar Lagi Tempati Kantor Telkom, Sudaryono Singgung Soal Gedung Lebih Tinggi
"Tapi Jakarta enggak perlu juga ngeluarin bond, uangnya kebanyakan," kata Purbaya, dikutip Jumat (4/9/2026).
Diketahui, Pemprov DKI Jakarta berencana untuk menerbitkan obligasi daerah senilai Rp3,5 triliun. Rencana itu ditargetkan terealisasi pada Juni 2027.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung sebelumnya menjelaskan bahwa dana dari obligasi akan digunakan untuk membiayai berbagai kebutuhan pembangunan masyarakat. Proyek yang direncanakan menggunakan pembiayaan tersebut mencakup transportasi umum, rumah sakit, sekolah, embung hingga polder.
"Besarnya Rp3,5 triliun, tenornya 7 tahun," ujar Pramono.
Pramono juga memastikan dana hasil penerbitan obligasi akan digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Bahkan, obligasi daerah Jakarta direncanakan menjadi penerbitan municipal bond pertama oleh pemerintah daerah di Indonesia.
Pemprov DKI Jakarta sendiri mempunyai alasan tersendiri di balik rencana penerbitan obligasi. Pramono menyebut langkah tersebut sebagai bagian dari creative financing, terutama setelah adanya pemotongan dana bagi hasil (DBH).
Ia menganalogikan pembiayaan tersebut seperti orang kaya yang tetap meminjam uang untuk menjaga kondisi keuangannya.
Baca Juga: DPR Soal 664 Orang Keracunan MBG: Tidak Semua karena Kelalaian BGN
"Banyak orang-orang kaya yang sebenarnya nggak perlu pinjem, tetapi tetap meminjam itu karena untuk membuat badannya lebih sehat. Demikian juga dengan kami, walaupun ada pemotongan dana bagi hasil, kami melakukan creative financing supaya keuangan kami itu jauh lebih sehat," jelas Pramono.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar