Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Baru Diresmikan Langsung Bermasalah, TNI AD Ungkap 5 Temuan Teknis Jembatan Pangandaran

        Baru Diresmikan Langsung Bermasalah, TNI AD Ungkap 5 Temuan Teknis Jembatan Pangandaran Kredit Foto: Antara/Aprillio Akbar
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Jembatan Gantung Garuda di Pangandaran baru saja diresmikan ketika mengalami masalah pada sistem strukturnya. Hasil investigasi TNI Angkatan Darat kini mengungkap ada lima kondisi teknis yang secara bersama-sama memengaruhi kinerja jembatan, selain beban berlebih saat peresmian.

        Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan persoalan tersebut ditemukan setelah tim melakukan pemeriksaan terhadap konstruksi dan sistem pendukung jembatan. Salah satu faktor yang ikut memperburuk kondisi adalah beban sekitar 50 orang yang berada di atas jembatan secara bersamaan.

        “Hasil investigasi menemukan adanya sejumlah kondisi teknis pada sistem jembatan yang secara bersama-sama memengaruhi kinerja struktur, termasuk kondisi pembebanan yang melebihi kapasitas penggunaan jembatan,” kata Donny melalui keterangan tertulis, Jumat (4/9/2026).

        Temuan pertama berkaitan dengan pengait block anchor yang mengalami patah. Komponen tersebut menjadi salah satu bagian yang diperiksa tim karena berkaitan dengan sistem pengikat struktur jembatan.

        Selain itu, tim menemukan persoalan pada konfigurasi dan posisi block anchor terhadap pylon. Pemeriksaan kemudian juga mencatat kondisi pada sistem roller dan turnbuckle yang menjadi bagian dari sistem pendukung jembatan.

        Temuan berikutnya berada pada konfigurasi sling bawah. Tim juga menemukan adanya perbedaan elevasi pada pylon, sehingga total terdapat sejumlah kondisi teknis yang dinilai secara bersama-sama memengaruhi kinerja struktur.

        Persoalan teknis tersebut kemudian bertemu dengan kondisi pembebanan saat jembatan diresmikan. Donny menyebut sekitar 50 orang berada di atas jembatan secara bersamaan ketika insiden terjadi, sehingga beban yang diterima melampaui kapasitas penggunaan yang telah ditentukan.

        TNI AD sebelumnya telah menjelaskan bahwa Jembatan Gantung Pongpet bukan mengalami keruntuhan total. Struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sedangkan tali sling di sisi kiri terlepas dari pengikat utama dan membuat jembatan menjadi miring.

        Donny menjelaskan Jembatan Gantung Garuda merupakan jembatan perintis yang dibangun untuk membantu akses masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis yang menyulitkan pembangunan jembatan beton. Karena memiliki kapasitas tertentu, jumlah orang yang berada di atas jembatan menjadi bagian penting dalam aspek keselamatan penggunaannya.

        “Jembatan perintis memiliki batas kemampuan atau kapasitas tertentu. Karena itu, aspek pembebanan menjadi hal yang sangat penting untuk diperhatikan dalam penggunaannya,” ujar Donny. Ia menambahkan, ketentuan mengenai batas jumlah orang yang dapat berada di atas jembatan juga telah dicantumkan.

        Hasil investigasi tersebut tidak berhenti pada Jembatan Pongpet. TNI AD memastikan sistem sling pada jembatan-jembatan perintis yang dibangun akan ditingkatkan kekuatannya sekitar 20 hingga 30 persen untuk memperkuat aspek keselamatan.

        “Kami tidak ingin menyalahkan siapa pun. Kejadian ini menjadi pelajaran penting bagi kami untuk memastikan seluruh aspek teknis dan ketentuan penggunaan benar-benar dipahami dan dipatuhi,” kata Donny.

        Baca Juga: Jembatan Garuda Ambruk, TNI AD Akui Ada Masalah Teknis dan Pilih Tak Salahkan Siapa Pun

        TNI AD juga akan melakukan penanganan dan penyempurnaan menyeluruh terhadap bagian-bagian yang berkaitan dengan sistem struktur Jembatan Pongpet. Evaluasi mencakup konfigurasi, keseimbangan, distribusi beban, serta penerapan ketentuan keselamatan.

        Jembatan tersebut belum akan kembali digunakan masyarakat sebelum menjalani pemeriksaan dan pengujian teknis sesuai kebutuhan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan fasilitas tersebut benar-benar layak dan aman sebelum kembali difungsikan.

        Insiden Jembatan Pongpet akhirnya tidak hanya menyisakan persoalan soal puluhan orang yang berada di atasnya saat peresmian. Investigasi TNI AD menunjukkan ada sejumlah kondisi teknis yang ikut memengaruhi struktur, sehingga perbaikan kini diarahkan tidak hanya pada satu komponen, tetapi pada keseluruhan sistem jembatan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: