Beda dengan Piala AFF, Media Vietnam Akui Timnas Indonesia Bakal Lebih Kuat di FIFA ASEAN Cup 2026
Kredit Foto: Instagram/timnasindonesia
Timnas Indonesia berpeluang tampil dengan komposisi yang berbeda saat mengikuti FIFA ASEAN Cup 2026. Media Vietnam, Soha, menilai skuad Garuda akan jauh lebih kuat karena pemain-pemain kunci yang berkarier di luar negeri berpeluang kembali memperkuat tim.
Situasi tersebut berbeda dengan Piala AFF 2026 yang berlangsung sebelumnya. Pada turnamen tersebut, Indonesia menghadapi keterbatasan dalam pemanggilan sejumlah pemain diaspora karena kompetisi tidak berada dalam kalender FIFA.
Soha menilai kondisi tersebut membuat kekuatan Indonesia pada FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi lebih lengkap. "Indonesia akan diperkuat semua pemain kunci yang bermain di luar negeri. Situasi ini akan menjadikan tim lebih kuat dari sebelumnya di Piala AFF 2026," tulis Soha.
Perbedaan status turnamen menjadi salah satu faktor yang membuat komposisi Timnas Indonesia berpotensi berubah. FIFA ASEAN Cup 2026 dijadwalkan berlangsung pada September hingga Oktober dalam periode kalender FIFA, sehingga peluang pelepasan pemain dari klub menjadi lebih besar.
Soha secara khusus menyoroti kekuatan Indonesia di lini belakang. Kehadiran Jay Idzes, Kevin Diks, Calvin Verdonk, dan Elkan Baggott disebut memberikan kedalaman yang tidak sepenuhnya tersedia ketika Garuda tampil di Piala AFF 2026.
"Di lini belakang, Jay Idzes akan jadi pemimpin Timnas Indonesia. Bek Serie A itu tengah memperkuat Sassuolo di Serie A dan memegang peran krusial di sistem John Herdman," tulis Soha.
Selain Idzes, media Vietnam tersebut juga menyoroti sejumlah pemain yang bermain di Eropa. Emil Audero di posisi penjaga gawang dan Ole Romeny di lini depan dinilai dapat menambah kualitas skuad asuhan John Herdman.
Kembalinya pemain-pemain tersebut menjadi pembeda utama yang disoroti Soha dibandingkan penampilan Indonesia di Piala AFF 2026. Media Vietnam itu menyebut ada 14 pemain diaspora yang sebelumnya tidak dapat dipanggil karena turnamen tidak masuk kalender FIFA.
"Kembalinya pemain [diaspora] ini memberikan kekuatan berbeda di Timnas Indonesia dibandingkan di Piala AFF 2026. Sebelumnya, tim Garuda tak bisa memanggil 14 pemain diaspora karena turnamen itu tidak masuk ke dalam kalender FIFA dan mereka tereliminasi lebih awal," sebut Soha.
Kondisi tersebut membuat John Herdman memiliki lebih banyak opsi dalam menyusun skuad. Pelatih asal Inggris itu dapat mengombinasikan pemain yang sebelumnya tampil di Piala AFF dengan para pemain abroad yang tersedia sesuai ketentuan pelepasan pemain pada kalender FIFA.
Indonesia sendiri tergabung di Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Sementara Grup B dihuni Thailand, Vietnam, Filipina, dan Pakistan.
Bagi Indonesia, turnamen tersebut menjadi kesempatan untuk menunjukkan perbedaan kekuatan setelah kegagalan di Piala AFF 2026. Dengan peluang menghadirkan lebih banyak pemain abroad, Garuda memiliki kesempatan membangun komposisi yang lebih kompetitif.
Namun, ketersediaan pemain tetap akan bergantung pada keputusan akhir John Herdman dan kondisi masing-masing pemain. Sorotan media Vietnam tersebut menunjukkan bahwa perubahan komposisi Indonesia sudah mulai diperhitungkan oleh rival-rival di kawasan Asia Tenggara.
FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi panggung penting bagi Indonesia untuk membuktikan apakah kekuatan skuad yang lebih lengkap benar-benar dapat mengubah hasil. Setelah gagal melaju ke fase gugur Piala AFF 2026, Garuda kini memiliki kesempatan tampil dengan wajah yang berbeda di turnamen yang berada dalam kalender FIFA.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Wahyu Pratama
Editor: Wahyu Pratama