Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.646 per Dolar AS

        Rupiah Dibuka Melemah Tipis ke Rp17.646 per Dolar AS Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Nilai tukar rupiah di pasar spot bergerak terbatas pada awal perdagangan Senin (7/9/2026). Rupiah dibuka di level Rp17.646 per dolar Amerika Serikat (AS).

        Posisi tersebut membuat rupiah melemah tipis 0,02% dibandingkan dengan penutupan perdagangan Jumat (4/9/2026) yang berada di level Rp17.642 per dolar AS.

        Pengamat mata uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengatakan pada perdagangan Senin ini, mata uang rupiah bergerak fluktuatif namun ditutup melemah pada rentang Rp17.640 - Rp17.610.

        "Sedangkan untuk sepekan ini rupiah dirange Rp17.550 - Rp17.850 per dolar AS," kata Ibrahim kepada wartawan.

        Ia mengatakan pelemahan ini dipicu oleh memanasnya eskalasi terbaru antara militer AS dan Iran setelah serangan AS terhadap target-target Iran awal pekan ini, termasuk aset-aset militer di dekat Selat Hormuz.

        Kemudian, Iran membalas dengan serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) terhadap posisi-posisi AS dan sekutunya di kawasan Teluk, termasuk di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

        Selat Hormuz tetap menjadi fokus utama para pelaku pasar. Iran telah memperluas pembatasan pelayaran internasional di jalur perairan tersebut, sehingga memicu kekhawatiran bahwa gangguan dapat terus berlanjut dan memperketat pasokan di pasar minyak global.

        Baca Juga: Jelang Akhir Pekan, Rupiah Ditutup Menguat ke Level Rp17.642 per USD

        Baca Juga: Rupiah Menguat ke Rp17.679, Pasar Cermati Arah Kebijakan BI di Era Destry

        Konflik ini juga menimbulkan kekhawatiran mengenai jatuhnya korban sipil. Sebuah serangan AS dilaporkan menghantam lokasi pesta pernikahan di Iran bagian selatan yang menewaskan warga sipil, sehingga memicu kecaman dari Teheran atas serangan tersebut.

        Wakil Presiden AS, JD Vance, mengatakan kepada wartawan pada hari Kamis bahwa AS tidak berencana mengadakan pembicaraan dengan Iran kecuali Teheran menghentikan serangan terhadap kapal komersial di Selat Hormuz.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Dwi Aditya Putra
        Editor: Dwi Aditya Putra

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: