Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Pakar: Jokowi Sudah Pradeklarasi Bahwa Dia Siap Pisah dengan Prabowo

        Pakar: Jokowi Sudah Pradeklarasi Bahwa Dia Siap Pisah dengan Prabowo Kredit Foto: Istimewa
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Pernyataan Ketua Umum Projo Budi Arie Setiadi mengenai kemungkinan perubahan politik sebelum pemilu mendatang dibaca sebagai sinyal awal adanya perubahan arah politik di kubu Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi).

        Direktur Lingkar Madani (LIMA) Ray Rangkuti menilai pernyataan relawan itu tidak sekadar menjadi komentar mengenai dinamika politik menjelang 2029. Menurut dia, pernyataan tersebut dapat dibaca sebagai bentuk soft declaration atau pradeklarasi dari Jokowi ke Prabowo.

        Baca Juga: Prabowo Bisa Terus Duduk Manis Melihat Polemik Ijazah Jokowi: Meski Situasinya Memalukan Bangsa...

        "Ini semacam pradeklarasi bahwa dia siap berpisah dengan Pak Prabowo di 2029," kata Ray, dikutip Senin (7/9/2026).

        Pernyataan Budi Arie menurutnya menjadi menarik karena muncul dalam konteks pembicaraan mengenai kemungkinan terjadinya perubahan politik sebelum Pemilu 2029.

        Menurut Ray, pesan tersebut dapat dibaca sebagai sinyal bahwa konfigurasi politik yang saat ini terbentuk tidak otomatis akan bertahan hingga kontestasi berikutnya.

        Bagi Ray, potongan video yang beredar justru memperlihatkan bagian yang dianggapnya paling substantif. Ia menilai bagian tersebut memberikan gambaran mengenai kemungkinan perubahan arah politik menjelang Pemilu 2029.

        "Sebab yang dipotong sebenarnya video yang menurut saya paling substantif, tapi juga paling berbahaya," ujar Ray.

        Sebelumnya, banyak pihak mengkritik pernyataan kontroversial dari Ketum Projo Budi Arie. Ia diketahui membuat pernyataan yang kemudian viral di media sosial. Dekat Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), ia mengaku memiliki insting bahwa pemilu dapat berlangsung lebih cepat dari jadwal 2029.

        "Saya ingin sampaikan, tadi saya udah bisik ke Pak Jokowi, 'Pak, kok insting saya ini lebih cepat dari 2029?'. Apakah kita mau? Belum tentu kita mau. Kita masih ngomong ke Pemilu 2029. Kalau terjadi percepatan gimana? Kita siap, enggak?" ujar Budi Arie.

        Budi Arie belakangan memberikan klarifikasi sekaligus meminta maaf kepada pihak-pihak yang merasa tidak nyaman dengan ucapannya.

        "Saya Budi Arie Setiadi memohon maaf kepada pihak-pihak yang kurang berkenan dan nyaman dengan pernyataan saya tersebut," ujar Budi.

        Namun Anggota Tim Kuasa Hukum Gerakan Cinta Prabowo Dony Endrassanto mengatakan pihaknya telah melaporkan sosok dari Budi Arie ke Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri. Budi sendiri dituduh telah melakukan upaya makar dan penghasutan.

        Baca Juga: Kesaksian Andi Widjajanto: Saya Melihat, Memegang Langsung Ijazah Jokowi dan Ijazah JK

        "Kegiatannya yang kita laporkan adalah dugaan upaya melakukan makar dan penghasutan. Sesuai dengan yang kita laporkan Pasal 193 Juncto Pasal 246 KUHP, dan telah diterima dengan baik oleh pihak penyidik dari Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim," kata Dony.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Aldi Ginastiar
        Editor: Aldi Ginastiar

        Bagikan Artikel: