Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Saham Kesehatan Melonjak Usai Erupsi Anak Krakatau

        Saham Kesehatan Melonjak Usai Erupsi Anak Krakatau Kredit Foto: Sufri Yuliardi
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Saham-saham sektor kesehatan kompak menguat pada perdagangan Senin (7/9/2026), seiring sentimen erupsi Gunung Anak Krakatau yang memicu kekhawatiran terhadap dampak abu vulkanik dan potensi meningkatnya kebutuhan produk kesehatan.

        Salah satu saham yang mencuri perhatian adalah PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS). Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 14.09 WIB, saham produsen masker kesehatan tersebut melonjak 34,7% ke level Rp97 per saham. Nilai transaksi MEDS tercatat mencapai Rp93,5 miliar.

        Penguatan juga terjadi pada PT Soho Global Health Tbk (SOHO) yang melambung 24,90% menjadi Rp1.505 per saham. Kenaikan tersebut membuat saham SOHO kena Auto Rejection Atas (ARA).

        Kemudian PT Haloni Jane Tbk (HALO) naik 19 poin atau 27,5% menjadi Rp88 per saham dan PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) menguat 23,6% atau 39 poin menjadi Rp204 per saham.

        Sejumlah saham kesehatan lainnya juga bergerak signifikan. DKHH naik 19,1%, PT Kimia Farma Tbk (KAEF) menguat 22,7% persen, OBAT naik 12,2%, IRRA tumbuh 15%, PEHA menguat 12,3%, dan OMED naik 6,5%. 

        Sentimen tersebut muncul setelah aktivitas Gunung Anak Krakatau meningkat dan abu vulkanik menyebar ke sejumlah wilayah.

        Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat membatasi aktivitas di luar ruangan serta menggunakan pelindung pernapasan untuk mengurangi risiko paparan abu vulkanik.

        Kondisi itu kemudian menjadi perhatian investor karena paparan abu vulkanik dapat meningkatkan risiko gangguan pernapasan dan iritasi mata. Kebutuhan terhadap masker, obat-obatan terkait infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), serta sejumlah produk kesehatan lainnya berpotensi meningkat.

        BRI Danareksa Sekuritas menilai sentimen tersebut dapat menjadi katalis positif jangka pendek bagi emiten sektor kesehatan, khususnya perusahaan yang memiliki eksposur terhadap produk masker, obat pernapasan, dan produk kesehatan terkait.

        Sejumlah emiten yang dinilai berpotensi memperoleh sentimen tersebut antara lain MEDS, MMIX, OMED, IRRA, KLBF, KAEF, INAF, PYFA, TSPC, SIDO, dan DVLA. Sementara dari kelompok lainnya terdapat SOHO, MERK, PEHA, PRDA, SAME, SILO, HEAL, MIKA, dan BMHS.

        Baca Juga: Investor Asing Jual Rp2,26 Triliun, BUMI Jadi Saham Paling Banyak Diborong

        Baca Juga: BEI Pantau Ketat Saham Emiten Milik Happy Hapsoro (UANG)

        Baca Juga: BEI Gembok 2 Saham Ini, Ada yang Cetak ARA hingga 8 Kali

        Meski demikian, kenaikan saham sektor kesehatan tersebut belum serta-merta menunjukkan adanya perubahan fundamental pada perusahaan. BRI Danareksa Sekuritas menilai dampak dari erupsi Anak Krakatau terhadap saham kesehatan kemungkinan hanya bersifat jangka pendek.

        Arah pergerakan saham selanjutnya akan dipengaruhi oleh perkembangan aktivitas erupsi, luas sebaran abu vulkanik, serta konsistensi volume transaksi. Karena itu, investor perlu melihat apakah peningkatan volume dan momentum perdagangan mampu bertahan untuk memastikan penguatan saham sektor kesehatan dapat berlanjut.

        Dengan demikian, kenaikan saham kesehatan pada awal pekan ini lebih tepat dipandang sebagai respons pasar terhadap sentimen dan ekspektasi jangka pendek. Investor tetap perlu mencermati apakah peningkatan permintaan produk kesehatan benar-benar berdampak signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: