Kredit Foto: Rena Laila Wuri
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merinci tiga kabupaten yang menjadi wilayah paling terdampak aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Ketiganya yakni Lampung Selatan dan Tanggamus di Provinsi Lampung serta Pandeglang di Provinsi Banten.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemantauan terhadap wilayah yang terdampak abu vulkanik terus dilakukan bersama pemerintah daerah dan kementerian/lembaga terkait. Pemantauan tersebut juga mencakup kondisi kesehatan masyarakat yang berada di wilayah terdampak.
“Dalam hal ini termasuk Kementerian Kesehatan yang mengimbau masyarakat memperhatikan kondisi kesehatan, terutama pada saluran pernapasan, mata, dan kulit,” kata Berton, dikutip dari Antara, Senin (7/9/2026). Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan selama paparan abu vulkanik masih terjadi.
Warga yang harus beraktivitas di luar rumah disarankan menggunakan perlindungan seperti masker dan kacamata. Setelah kembali ke rumah, masyarakat juga diminta segera membersihkan diri untuk mengurangi paparan abu vulkanik.
BNPB mengimbau masyarakat lebih banyak melakukan aktivitas di dalam rumah selama wilayahnya masih terpapar abu vulkanik. Apabila mengalami gangguan pernapasan atau keluhan kesehatan lainnya, warga diminta segera mendapatkan pelayanan kesehatan.
Menteri Kesehatan juga telah menginstruksikan kesiapsiagaan puskesmas di wilayah terdampak. Pemerintah turut mengantisipasi kemungkinan pengaktifan pos komando kesehatan atau Health Emergency Operation Centre (HEOC) apabila kondisi semakin membutuhkan penanganan khusus.
Aktivitas Gunung Anak Krakatau turut berdampak terhadap operasional penerbangan di sejumlah wilayah. Otoritas bandara bersama Kementerian Perhubungan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan serta sebaran abu vulkanik karena material tersebut dapat membahayakan keselamatan penerbangan.
Hingga Minggu (6/9/2026) pukul 13.00 WIB, setidaknya enam bandara masih ditutup sementara akibat dampak abu vulkanik. Keenamnya yakni Bandara Soekarno-Hatta dan Budiarto di Tangerang, Pondok Cabe di Tangerang Selatan, Halim Perdanakusuma di Jakarta Timur, Raden Inten II di Lampung, serta Husein Sastranegara di Bandung.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan penutupan sementara Bandara Husein Sastranegara dilakukan setelah pengecekan kondisi wilayah bandara. Bandara tersebut ditutup sementara sejak Sabtu (6/9/2026) pukul 12.00 WIB untuk memastikan keselamatan penerbangan.
Baca Juga: Warganet Resah! Abu Anak Krakatau Bikin Masker Diburu, Harga Naik hingga 10 Kali Lipat
“Kementerian Perhubungan mengedepankan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan. Pihak maskapai tidak memaksakan penerbangan apabila kondisi tidak memungkinkan,” kata Dudy.
Kementerian Perhubungan bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik dan memperbarui informasi setiap empat jam untuk menentukan kondisi operasional penerbangan. Sementara itu, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau belum berdampak signifikan terhadap transportasi laut sehingga penyeberangan melalui Selat Sunda masih dapat dilakukan, meski otoritas pelabuhan diminta tetap waspada.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy
Tag Terkait: