- Home
- /
- News
- /
- Megapolitan
Warganet Resah! Abu Anak Krakatau Bikin Masker Diburu, Harga Naik hingga 10 Kali Lipat
Kredit Foto: Ferry Hidayat
Harga masker medis melonjak hingga berkali-kali lipat di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengantisipasi sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Kondisi tersebut memicu keluhan warganet yang menilai kenaikan harga terjadi saat masyarakat membutuhkan alat pelindung pernapasan.
Keluhan tersebut muncul di berbagai platform media sosial seperti Threads, Instagram, dan X. Warganet mengaku kesulitan mendapatkan masker dengan harga yang masih wajar, terutama masker dengan tingkat perlindungan lebih tinggi seperti KN95 dan N95.
Masker KN95 yang sebelumnya dijual sekitar Rp1.650 per buah dilaporkan naik hingga Rp16.500 per buah di sejumlah marketplace. Kenaikan juga terjadi pada masker medis dalam kemasan boks yang sebelumnya berada di kisaran Rp15.000-Rp20.000 dan kini disebut mencapai empat kali lipat.
Kelangkaan stok juga menjadi perhatian masyarakat. Salah satu influencer di Ibu Kota, Ijoel, membagikan informasi mengenai kosongnya stok masker KN95 di Pasar Pramuka, Matraman, Jakarta Timur.
“Masker lagi laris manis, KN95 pada kosong pas ane (ke) Pasar Pramuka (pusat alkes) dan BKT deket RS Duren Sawit,” tulis Ijoel melalui akun Instagram @ijoeel, dikutip Senin (7/9/2026).
Selain kenaikan harga, sejumlah warganet menyoroti dugaan pembatalan pesanan secara sepihak oleh penjual online. Pembeli mengaku pesanannya dibatalkan dengan alasan stok habis, tetapi produk yang sama kembali tersedia beberapa menit kemudian dengan harga lebih tinggi.
“Agak gila juga disaat rakyat banyak yang kesusahan liat brand penjual masker proper malah naikin harga jadi 180rb-an per biji. Sementara paginya masih dijual di harga 12rb aja. Kebetulan suami saya juga salah satu product list di perusahaannya adalah masker N95 jadi harga distributornya saya tau persis berapa. Mark up spontan kaya gini ngga berperikemanusiaan,” tulis akun @nanamirdad di Threads.
Keluhan serupa disampaikan akun @itsfialie. Ia mengaku telah memesan masker sebelum informasi mengenai sebaran abu vulkanik ramai diperbincangkan, tetapi menemukan harga yang lebih tinggi ketika kembali mengecek produk tersebut.
“Jadi sebelum rame kmrn Abu Vulkanik Naik, aku emg udh co2 masker stock buat drmh, dptlah harga normalnya ud di kemas, pas smlm cek weh di naikin jd penjualnya gede bgt, pliss lah jangan begituu,” ungkapnya di Threads.
Baca Juga: Abu Anak Krakatau Menyebar, Mendagri Minta Pemda Siaga di 5 Wilayah
Baca Juga: Erupsi Menerus 25 Jam Berakhir, Gunung Anak Krakatau Masih Berstatus Siaga
Baca Juga: Abu Erupsi Gunung Anak Krakatau Bisa Menyebar Jauh, Ini Gambaran dari Letusan Krakatau 1883
Di tengah meningkatnya permintaan atau panic buying, sejumlah warganet mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Masyarakat terdampak juga disarankan mencari masker di apotek kecil dan toko fisik yang masih menyediakan stok dengan harga normal.
Sebagian komunitas turut menyarankan penggunaan masker kain dua lapis yang dapat dicuci sebagai alternatif sementara. Namun, pilihan perlindungan tetap perlu disesuaikan dengan kondisi paparan abu vulkanik dan rekomendasi otoritas kesehatan.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Syarief Muhammad Syafiq
Editor: Annisa Nurfitri
Tag Terkait: