Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Heboh Buku 'Islam Ala Prabowo', PDIP: Prabowo Tak Punya Rekam Jejak Pemikiran Islam, Beda dengan Gus Dur dan Bung Karno

        Heboh Buku 'Islam Ala Prabowo', PDIP: Prabowo Tak Punya Rekam Jejak Pemikiran Islam, Beda dengan Gus Dur dan Bung Karno Kredit Foto: Twitter/Mohamad Guntur Romli
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, melontarkan kritik pedas menyoroti ramainya perbincangan terkait buku berjudul Islam Ala Prabowo.

        Politikus yang juga dikenal sebagai cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU) ini secara terang-terangan menyebut ada kebohongan besar di balik penerbitan buku tersebut.

        Kritik tajam Guntur bermula dari adanya pencatutan nama sejumlah tokoh agama terkemuka yang seolah-olah memberikan dukungan atau tulisan di dalam buku itu.

        "Yang jauh lebih janggal, pengakuan tiga tokoh yang namanya dicatut, yakni Gus Kautsar, TGB (Tuan Guru Bajang), dan Said Aqil Siradj. Ketiganya menegaskan tidak pernah dilibatkan dan diminta tulisan dalam buku tersebut. Ini pencatutan nama yang pantas disebut kejahatan intelektual," tegas Guntur Romli dalam pernyataannya, Senin (7/9/2026).

        Judul yang Dipaksakan, Rekam Jejak Dipertanyakan

        Selain masalah pencatutan nama tanpa izin, Guntur juga menyoroti substansi judul buku itu sendiri. Menurutnya, frasa "Ala Prabowo" yang merujuk pada corak keislaman terasa sangat dipaksakan, mengingat Ketua Umum Partai Gerindra tersebut tidak memiliki rekam jejak yang kuat dalam diskursus pemikiran Islam.

        "Sebenarnya jika makna judul itu, 'Ala Prabowo' artinya corak keislaman seperti apa, itu tidak masalah. Tapi Prabowo itu sosok yang tidak dikenal dengan pemikiran keislaman atau identik dengan wacana keislaman. Kesannya sangat dipaksakan," ulas Guntur.

        Untuk memperkuat argumennya, Guntur mengajak publik membandingkan Prabowo dengan deretan tokoh bangsa yang memang memiliki jejak historis dan kekayaan pemikiran keislaman yang jelas dan diakui.

        "Bandingkan dengan Kyai Ahmad Dahlan, Islam ala Hashim Asyari, ala Gus Dur tentang pribumisasi Islam, Said Aqil dengan gagasan Islam Nusantara, semua masuk akal, mereka semuanya punya jejak pemikiran Islam yang kaya," pungkasnya.

        "Begitu juga dengan Islam Ala Bung Karno ini tergambar jelas dalam korespondensinya dengan Ust Akhmad Hasan, gagasan Islam dengan corak progresif, terbuka dan mendukung kemajuan dan toleran ini baru bisa disebut 'Islam Ala Bung Karno'. Islam Ala Prabowo terkesan dipaksakan, Prabowo itu tak pernah dikenal dalam wacana keislaman," jelasnya.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Ferry Hidayat
        Editor: Ferry Hidayat

        Bagikan Artikel: