Indodana Fintech Edukasi 170 Mahasiswa Unram soal Risiko Transaksi Keuangan Digital
Kredit Foto: Ist
Lebih dari 170 mahasiswa Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, mendapat edukasi mengenai pengelolaan keuangan dan risiko transaksi di ekosistem finansial digital.
Edukasi tersebut digelar PT Artha Dana Teknologi atau Indodana Fintech melalui program Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut berkolaborasi dengan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) dan membahas sejumlah aspek yang perlu diperhatikan generasi muda sebelum menggunakan layanan keuangan digital.
Salah satunya adalah kemampuan membedakan platform pinjaman daring legal dan ilegal. Mahasiswa juga mendapat pemahaman mengenai batasan akses layanan keuangan, keamanan data pribadi, serta risiko dalam melakukan transaksi digital.
Direktur Utama PT Artha Dana Teknologi Ronny Wijaya mengatakan, kemudahan akses terhadap layanan keuangan perlu diikuti pemahaman masyarakat mengenai risiko dan konsekuensi dari setiap keputusan finansial.
"Ketika akses keuangan semakin mudah, pemahaman mengenai risiko juga harus semakin baik, terutama bagi generasi muda," kata Ronny.
Menurut dia, mahasiswa memiliki peran penting dalam meningkatkan kesadaran literasi keuangan di lingkungan sekitarnya. Pemahaman tersebut diharapkan dapat membantu generasi muda mengambil keputusan keuangan secara lebih bijak.
Program edukasi tersebut digelar di tengah peningkatan indeks literasi dan inklusi keuangan nasional. Mengacu pada Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) yang melibatkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Badan Pusat Statistik (BPS), indeks literasi keuangan tercatat 69,57 persen, sedangkan indeks inklusi keuangan mencapai 93,61 persen.
Angka tersebut menunjukkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan sudah cukup tinggi. Namun, pemahaman mengenai produk dan risiko keuangan tetap menjadi bagian penting agar penggunaan layanan finansial tidak dilakukan secara sembarangan.
Dalam edukasi di Universitas Mataram, mahasiswa juga diarahkan untuk memahami penggunaan layanan keuangan sesuai kebutuhan. Pemanfaatan dana, misalnya, dapat diarahkan untuk mendukung pendidikan, pelatihan, pengembangan usaha, maupun kebutuhan yang berkaitan dengan pekerjaan.
Selain memahami produk keuangan, peserta diingatkan untuk menjaga keamanan data pribadi saat menggunakan layanan digital.
Dengan semakin luasnya penggunaan layanan finansial berbasis digital, pemahaman mengenai legalitas penyedia layanan, keamanan data, serta kemampuan mengukur kebutuhan dan kemampuan finansial menjadi aspek penting bagi generasi muda.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Ferry Hidayat
Editor: Ferry Hidayat
Tag Terkait: