Kredit Foto: Merlina Aryanti
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) mencatat pertumbuhan positif dari pengembangan kawasan industri Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE) di Gresik, Jawa Timur. Penjualan lahan di kawasan tersebut mencapai sekitar 58 hektar pada semester I-2026, melonjak dibandingkan realisasi 22 hektar pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Presiden Direktur AKR Corporindo, Haryanto Adikoesoemo mengatakan, JIIPE menjadi salah satu bagian penting dalam strategi perseroan untuk memperkuat sumber pendapatan berulang. Pertumbuhan jumlah dan aktivitas tenant turut membuka peluang peningkatan pendapatan dari berbagai layanan pendukung kawasan.
"JIIPE terus kami kembangkan bukan hanya melalui penjualan lahan, tetapi juga melalui peningkatan pendapatan berulang dari utilitas dan layanan kawasan," ujar Haryanto dalam Public Expose Live 2026, Selasa (8/9/2026).
Sejalan dengan meningkatnya aktivitas tenant, pendapatan utilitas JIIPE tumbuh 37% secara tahunan pada semester I 2026. Kinerja tersebut mencerminkan semakin besarnya kebutuhan perusahaan yang beroperasi di kawasan terhadap layanan utilitas maupun jasa penunjang lainnya.
Penjualan Lahan dan Aktivitas Tenant
JIIPE kini menjadi lokasi bagi sejumlah perusahaan besar, di antaranya PT Freeport Indonesia, PT Xinyi Group, dan PT Antam, serta berbagai perusahaan yang bergerak di sektor kimia dan manufaktur.
Salah satu proyek investasi yang berkembang di kawasan tersebut berasal dari ekosistem industri kaca Xinyi dengan nilai investasi lebih dari US$700 juta.
Menurut Haryanto, bertambahnya tenant memberikan dampak berganda bagi bisnis AKRA. Perseroan tidak hanya memperoleh pendapatan dari penjualan lahan, tetapi juga berpeluang meningkatkan pendapatan utilitas dan jasa pelabuhan seiring dengan meningkatnya kegiatan produksi dan distribusi para tenant.
“Ketika aktivitas industri di kawasan meningkat, kebutuhan terhadap utilitas dan layanan pelabuhan juga ikut bertambah. Hal ini menjadi bagian dari potensi pendapatan berulang yang terus kami kembangkan,” jelasnya.
Baca Juga: AKRA Siapkan Proyek FSRU US$319,69 Juta, Target Operasi Semester II-2029
Baca Juga: AKRA Siapkan Capex Rp1 Triliun, JIIPE Jadi Salah Satu Fokus Ekspansi
Baca Juga: SSIA Siapkan Capex Rp2,2 Triliun pada 2026, Fokus ke Subang Smartpolitan
Perkuat Sumber Pendapatan Berulang
Memasuki semester II 2026, AKRA akan melanjutkan monetisasi lahan JIIPE sekaligus mendorong peningkatan kontribusi dari bisnis utilitas dan layanan pelabuhan.
Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya perseroan menjaga pertumbuhan bisnis di tengah dinamika harga komoditas energi. Pengembangan JIIPE juga memberikan diversifikasi sumber pendapatan di luar bisnis utama AKRA yang selama ini bertumpu pada distribusi bahan bakar dan bahan kimia.
Bagi investor, perkembangan JIIPE menjadi salah satu faktor yang menarik untuk dicermati dalam melihat prospek AKRA. Pertumbuhan penjualan lahan yang diikuti peningkatan pendapatan utilitas menunjukkan kawasan industri tersebut mulai memberikan kontribusi yang lebih luas terhadap kinerja perseroan.
Dengan kombinasi penjualan lahan, pertumbuhan utilitas, dan aktivitas pelabuhan, JIIPE berpotensi semakin memperkuat diversifikasi pendapatan sekaligus meningkatkan porsi recurring income AKRA ke depan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan