Kredit Foto: Merlina Aryanti
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) menyiapkan belanja modal atau capital expenditure (capex) sekitar Rp1 triliun pada 2026. Dana tersebut akan digunakan untuk memperkuat infrastruktur distribusi serta mendukung pengembangan kawasan industri dan utilitas di Java Integrated Industrial and Port Estate (JIIPE), Gresik.
Head of Investor Relations AKR Corporindo, Ignatius Teguh Prayoga, mengatakan penggunaan capex akan dilakukan secara selektif dengan mempertimbangkan kebutuhan proyek, prospek permintaan, potensi imbal hasil investasi, serta kondisi keuangan perseroan.
"Besaran capex mengikuti rencana dan kebutuhan proyek yang telah disetujui untuk tahun ini sekitar Rp1 triliun," ujar Teguh dalam Public Expose Live 2026, Senin (7/9/2026).
Hingga semester I 2026, AKRA telah merealisasikan belanja modal sebesar Rp546 miliar. Investasi selanjutnya akan dilakukan secara bertahap, terutama untuk menjaga keandalan infrastruktur distribusi dan memenuhi kebutuhan utilitas para tenant di kawasan JIIPE.
Selain pengembangan kawasan industri, AKRA juga mengalokasikan investasi untuk terminal gas, energi terbarukan, bisnis bahan bakar minyak (BBM) ritel, serta avtur.
Teguh mengatakan keputusan investasi akan disesuaikan dengan perkembangan permintaan pelanggan. Dengan pendekatan tersebut, perseroan ingin menjaga ekspansi bisnis tetap berjalan tanpa mengurangi fleksibilitas neraca dan kemampuan memberikan nilai kepada pemegang saham.
“Kami akan melakukan investasi secara bertahap agar pertumbuhan tetap berjalan tanpa mengurangi fleksibilitas neraca dan kemampuan perseroan memberikan nilai kepada pemegang saham,” katanya.
Salah satu proyek energi yang tengah disiapkan AKRA adalah fasilitas LNG di kawasan JIIPE. Perseroan berencana menghadirkan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) berkapasitas 170.000 meter kubik yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II 2029.
Baca Juga: SSIA Siapkan Capex Rp2,2 Triliun pada 2026, Fokus ke Subang Smartpolitan
Baca Juga: WIFI Siapkan Capex Rp7 Triliun, Kejar Tambahan 1,15 Juta Pelanggan
Baca Juga: BEI Setop 2 Saham Emiten Ini karena Naik Tajam, Salah Satunya milik Happy Hapsoro
Di tengah rencana ekspansi tersebut, AKRA tetap menjaga kondisi keuangannya. Perseroan mencatat rasio utang terhadap ekuitas atau debt to equity ratio (DER) sebesar 0,3 kali, sedangkan net gearing ratio berada di level negatif 0,24 kali.
Kondisi tersebut menjadi bagian dari strategi AKRA untuk menyeimbangkan ekspansi bisnis dengan kesehatan neraca dan tingkat pengembalian bagi pemegang saham.
Di pasar saham, saham AKRA pada perdagangan Senin (7/9/2026), tercatat menguat sekitar 5% ke level Rp1.450 per saham. Sedangkan di perdagangan Selasa (8/9/2026), saham AKRA telah naik 50 poin atau 3,45% ke level Rp1.500 per saham.
Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan