- Home
- /
- Kabar Finansial
- /
- Bursa
AKRA Siapkan Proyek FSRU US$319,69 Juta, Target Operasi Semester II-2029
Kredit Foto: AKRA
PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) terus memperluas portofolio bisnis energinya melalui pengembangan infrastruktur liquefied natural gas (LNG). Perseroan menyiapkan fasilitas floating storage and regasification unit (FSRU) berkapasitas 170.000 meter kubik yang ditargetkan mulai beroperasi pada semester II-2029.
AKRA sebelumnya telah menunjuk Hyundai Industries sebagai kontraktor pembangunan kapal FSRU tersebut dengan nilai investasi mencapai US$319,69 juta.
Pengembangan FSRU tersebut menjadi bagian dari strategi AKRA untuk memperkuat bisnis energi terintegrasi sekaligus memenuhi kebutuhan gas bagi kawasan industri.
Presiden Direktur AKR Corporindo Haryanto Adikoesoemo mengatakan gas dan LNG akan menjadi salah satu fokus pengembangan bisnis energi perseroan ke depan.
“Gas dan LNG menjadi salah satu bagian dari pengembangan bisnis energi AKRA ke depan, terutama untuk mendukung kebutuhan industri dan pengembangan ekosistem energi,” ujar Haryanto dalam Public Expose Live 2026.
Proyek FSRU merupakan bagian dari langkah AKRA membangun infrastruktur gas secara bertahap. Sebelumnya, perseroan telah menandatangani Joint Development Agreement dengan BP Gas and Power Investment pada 2024 untuk mengembangkan proyek LNG.
Dalam proyek tersebut, AKRA juga menggandeng anak usaha BW LNG. Perseroan kemudian menandatangani kontrak pembangunan FSRU dengan Hyundai Heavy Industries pada 2026.
Haryanto mengatakan pengembangan infrastruktur energi akan disesuaikan dengan kebutuhan pasar dan pertumbuhan kawasan industri yang menjadi basis bisnis perseroan.
Dengan kapasitas 170.000 meter kubik, FSRU tersebut diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam pengembangan rantai pasok LNG AKRA sekaligus memperluas layanan energi bagi pelanggan industri.
Masuk ke Energi Terbarukan
Selain mengembangkan LNG, AKRA mulai memperluas bisnis ke sektor energi terbarukan melalui PT Berka Renewable Energy Nusantara yang bergerak di bidang energi surya.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi perseroan dalam menghadapi perubahan lanskap energi dan tren transisi menuju sumber energi yang lebih berkelanjutan.
Ekspansi ke bisnis LNG dan energi terbarukan sekaligus melengkapi bisnis utama AKRA yang selama ini bertumpu pada perdagangan dan distribusi bahan bakar minyak serta bahan kimia dasar.
Bagi investor, diversifikasi tersebut membuka peluang bagi AKRA untuk tidak hanya mengandalkan pertumbuhan volume distribusi, tetapi juga membangun sumber pendapatan baru dari bisnis berbasis infrastruktur energi.
Dengan target operasi FSRU pada semester II-2029, proyek tersebut menjadi salah satu agenda investasi jangka panjang AKRA untuk memperluas ekosistem energi sekaligus memperkuat posisinya sebagai penyedia solusi logistik dan infrastruktur energi terintegrasi.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan