Pakar: Prabowo Saat Reshuffle Tak Perlu Memaksakan Bagi-Bagi Kursi, Semuanya Harus Happy
Kredit Foto: BPMI Setpres
Pengamat Politik Hendri Satrio menyarankan agar reshuffle untuk segera dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto. Namun presiden menurutnya tidak perlu menjadikan pembagian kursi politik sebagai pertimbangan utama apabila melakukan reshuffle kabinet.
Menurutnya, efektivitas pemerintahan harus ditempatkan di atas kepentingan membuat seluruh kelompok politik merasa mendapatkan posisi. Hendri berpandangan presiden seharusnya memilih menteri berdasarkan loyalitas, kemampuan bekerja, serta kecocokan komunikasi.
Baca Juga: PR Prabowo Masih Soal Komunikasi, Pakar: Parah Sekali, Tak Seperti Zamannya Jokowi
“Menurut saya, tidak perlu Prabowo memaksakan harus bagi-bagi kursi, semuanya happy,” kata Hendri, dikutip Selasa (8/9/2026).
Menurutnya, terlalu banyak mempertimbangkan agar semua pihak mendapatkan bagian justru dapat membuat presiden kesulitan memilih orang yang paling tepat untuk menjalankan pemerintahan.
Hendri menyarankan presiden lebih fokus mencari pembantu yang mampu bekerja efektif dan memiliki hubungan kerja yang baik.
“Mendingan Pak Prabowo pilih menteri-menteri yang memang loyal sama dia, bisa kerja sama dia, dan menterinya juga bisa ngobrol sama dia,” ujarnya.
Ia menilai komunikasi langsung antara presiden dan para menteri sangat penting. Menteri, menurut Hensa, bukan hanya perlu memahami kebijakan Presiden, tetapi juga harus mampu menyampaikan persoalan secara terbuka agar keputusan pemerintah dapat diambil lebih cepat.
“Jadi kan enak. Pemerintahan juga bisa lebih cepat bergerak,” kata Hendri.
Pandangan tersebut disampaikannya di tengah kritiknya terhadap kualitas komunikasi pemerintahan Prabowo. Ia menyebut komunikasi sebagai salah satu dari tiga persoalan besar, bersama ekonomi dan hukum.
“Saya menyebut tiga masalah besar di pemerintahan saat ini itu adalah ekonomi, hukum, dan komunikasi,” ujarnya.
Hendri juga menyoroti kecenderungan presiden yang dinilainya terlalu sering mengambil beban politik akibat persoalan yang muncul dari jajaran menteri.
“Dia terlalu banyak pasang badan atas kekurangan menteri-menterinya,” katanya.
Baca Juga: Golkar: AHY Kirim Sinyal Siap Jadi Lawannya Prabowo Meski Satu Kapal
Karena itu, menurut Hendri, reshuffle seharusnya menjadi momentum untuk memilih figur yang benar-benar dapat membantu presiden, bukan sekadar mengakomodasi kepentingan pembagian kekuasaan.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar
Tag Terkait: