Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Otomotif
Energi
Meet The Leaders
Indeks
Video
About Us
Social Media

Non-Partai tapi Bukan Gibran, Tiga Sosok Ini Miliki Peluang Besar Jadi Cawapresnya Prabowo

Non-Partai tapi Bukan Gibran, Tiga Sosok Ini Miliki Peluang Besar Jadi Cawapresnya Prabowo Kredit Foto: BPMI
Warta Ekonomi, Jakarta -

Cawapres Presiden Prabowo Subianto tengah menjadi perdebatan jika ia kembali maju dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029. Salah satu opsi menarik adalah kemungkinan politikus itu menunjuk sosok dari non-parpol di Indonesia.

Pengamat politik Hendri Satrio (Hensa) menilai politikus itu bisa memilih figur nonpartai yang tidak mempunyai ambisi politik besar dalam dinamika politik dari Indonesia.

Baca Juga: Janggal Status Roy Suryo di Kasus Ijazah Jokowi: Mereka Terdakwa, Kok Bisa Tampil di Acara Talk Show

Menurutnya, kriteria tersebut justru dapat menjadi keuntungan bagi Prabowo. Sosok yang tidak terlalu sibuk dengan kepentingan politik pribadi dinilai dapat lebih fokus menjalankan tugas pemerintahan.

Dari sejumlah nama yang ada, ia menyebut tiga figur yang berpotensi masuk pertimbangan sang presiden, yakni Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

“Prabowo mungkin sepertinya bisa saja tidak memilih Gibran. Menurut saya dia mungkin akan memilih tokoh dari partainya sendiri atau tokoh non-partai yang tidak memiliki ambisi politik besar sehingga bisa fokus bekerja,” kata Hensa, dikutip Jumat (11/9/2026).

Nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit menjadi salah satu figur yang disebut Hensa. Menurutnya Prabowo bisa saja mempertimbangkan sosok tersebut sebagai calon pendampingnya pada Pilpres 2029.

Hensa bahkan mengaitkan kemungkinan tersebut dengan posisi sosok itu yang hingga kini masih menjabat sebagai Kapolri.

“Kapolri bisa saja diambil jadi calon pendamping Prabowo. Ini bisa jadi alasan kuat mengapa dia tidak tergantikan sebagai kapolri saat ini,” kata Hensa.

Nama kedua yang disebut adalah Teddy Indra Wijaya. Menurut Hensa, Sekretaris Kabinet tersebut memiliki modal berupa loyalitas serta pemahaman mengenai sosok Prabowo.

“Kalau Seskab Teddy kan jelas dia loyalis dan dia cukup mengerti Prabowo saat ini,” ujar Hensa.

Kedekatan dan pemahaman terhadap karakter serta pola kerja presiden dinilai dapat menjadi pertimbangan tersendiri apabila politikus itu menginginkan figur yang dapat bekerja secara efektif dalam pemerintahan.

Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga masuk radar Hensa. Ia melihat sosok menteri itu sebagai salah satu menteri yang cukup sering mendapatkan pujian dari Prabowo.

“Dan Amran merupakan salah satu menteri yang kalau dilihat, sering mendapat pujian dari Prabowo,” kata Hensa.

Ketiga nama tersebut memiliki latar belakang yang berbeda. Namun mereka memiliki karakter yang dapat sesuai dengan salah satu skenario sang presiden terkini, yakni memilih figur nonpartai yang dapat lebih fokus bekerja.

Baca Juga: Prabowo Didesak Ganti Kapolri dan Panglima TNI: Dua Tokoh Ini Lahir Batin Hidup Mati demi Jokowi

Adapun Hensa menilai keputusan menentukan cawapres pada pilpres mendatang tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan memenangkan Pilpres. Pilihan tersebut juga akan berdampak terhadap konfigurasi politik setelahnya, termasuk menuju Pemilu 2034.

Mau berita menarik lainnya? Follow WhatsApp Warta Ekonomi.

Penulis: Aldi Ginastiar
Editor: Aldi Ginastiar