Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Enam Bulan Dites di 3 Perusahaan Tambang, ESDM Klaim B50 Tak Bermasalah

        Enam Bulan Dites di 3 Perusahaan Tambang, ESDM Klaim B50 Tak Bermasalah Kredit Foto: My Pertamina
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengklaim penggunaan B50 pada sektor pertambangan tidak menimbulkan masalah selama rangkaian pengujian. Pengujian tersebut dilakukan secara intensif selama enam bulan di tiga perusahaan tambang dengan total durasi uji mencapai 1.000 jam.

        Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) ESDM Eniya Listiani Dewi mengatakan hasil pengujian menunjukkan kondisi mesin tetap baik. Menurutnya, pengujian tersebut juga menjadi salah satu dasar pemerintah untuk memastikan kesiapan penerapan B50 di sektor pertambangan.

        "Uji tambang juga kita lakukan 1.000 jam. Dari durasi durability ketahanan itu sampai dengan 1.000 jam," kata Eniya di Jakarta, Selasa.

        Eniya menjelaskan pengujian tidak dilakukan hanya pada satu perusahaan. Tiga perusahaan tambang dilibatkan untuk melihat performa B50 dalam kondisi operasional yang berbeda.

        Selama pengujian berlangsung, ESDM menyebut tidak menemukan kendala berarti pada mesin yang menggunakan B50. Pengujian itu dilakukan secara intensif selama enam bulan sehingga pemerintah dapat melihat ketahanan bahan bakar dalam penggunaan di lapangan.

        "Ini sudah melewati batas uji yang diperlukan. Jadi kami pastikan bahwa di tambang pun aman. Dan ini yang dibuktikan sendiri oleh pengusaha tambang di tiga lokasi," ujar Eniya.

        Salah satu indikator yang diperhatikan dalam pengujian adalah kondisi filter mesin. Eniya mengatakan filter yang biasanya perlu diganti setelah penggunaan selama 250 jam dalam pengujian B50 disebut mampu bertahan hingga 500 jam.

        Artinya, dalam hasil pengujian yang disampaikan ESDM, usia penggunaan filter dapat mencapai dua kali durasi yang biasanya menjadi patokan penggantian. Temuan tersebut menjadi salah satu indikator teknis yang digunakan untuk melihat performa B50 pada mesin tambang.

        Pengujian B50 di sektor pertambangan merupakan bagian dari rangkaian tes yang dilakukan pemerintah sebelum penerapan mandatori B50 diperluas. ESDM sebelumnya juga melakukan pengujian terhadap berbagai jenis kendaraan dan mesin yang akan menggunakan campuran biodiesel tersebut.

        Menurut Eniya, pengujian dilakukan terhadap kendaraan pribadi, kendaraan umum, kendaraan tambang, hingga mesin pembangkit. Pemerintah juga menyatakan proses pengujian dilakukan secara terbuka dengan melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan terhadap penerapan B50.

        Selain mesin tambang, ESDM menguji penggunaan B50 pada kendaraan dengan jarak tempuh yang cukup panjang. Pengujian pada sejumlah mobil disebut telah mencapai 50 ribu kilometer dan hasilnya dinyatakan dalam kondisi aman oleh ESDM.

        "Kita melakukan hingga 50 ribu kilometer dan beberapa mobil itu dengan spec yang tidak terlalu baru mencapai 37 ribu kilometer baru diganti filter yang biasanya ganti 10 ribu kilometer," ujar Eniya.

        Hasil tersebut juga mencakup kendaraan dengan spesifikasi produksi yang lebih lama. ESDM menyebut mobil dengan keluaran lama yang diuji hingga 37 ribu kilometer tetap dapat beroperasi sebelum filter diganti.

        Baca Juga: B50 Sudah Berjalan, Wamen ESDM Targetkan B60 Mulai Diimplementasikan Tahun Depan

        Rangkaian pengujian tersebut dilakukan untuk melihat kemampuan B50 ketika digunakan dalam berbagai kondisi operasional. Pemerintah tidak hanya mengandalkan pengujian laboratorium, tetapi juga menguji penggunaannya pada kendaraan dan mesin yang beroperasi di lapangan.

        B50 sendiri merupakan bahan bakar solar yang dicampur dengan biodiesel berbasis minyak sawit dengan komposisi 50 persen biodiesel. Penerapannya menjadi bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penggunaan biodiesel sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

        Khusus di sektor pertambangan, hasil uji selama enam bulan di tiga perusahaan menjadi salah satu gambaran mengenai performa B50 pada mesin berat. Meski ESDM menyatakan hasil pengujian tidak menemukan kendala, penerapan secara luas tetap bergantung pada kondisi operasional dan spesifikasi masing-masing kendaraan maupun mesin.

        ESDM menilai B50 telah melewati batas pengujian yang diperlukan untuk digunakan di sektor pertambangan. Pemerintah kini menggunakan hasil pengujian tersebut sebagai bagian dari persiapan penerapan B50 secara lebih luas di berbagai sektor.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Wahyu Pratama
        Editor: Wahyu Pratama

        Bagikan Artikel: