Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Laba Bank Jatim Melonjak Jadi Rp1,2 Triliun per Juli 2026, Ditopang Ekspansi Bisnis Lewat KUB

        Laba Bank Jatim Melonjak Jadi Rp1,2 Triliun per Juli 2026, Ditopang Ekspansi Bisnis Lewat KUB Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (BJTM) membukukan pertumbuhan laba yang signifikan secara konsolidasi hingga kuartal II 2026. Laba bersih perseroan mencapai Rp1,2 triliun, melonjak 53,4% secara tahunan.

        Pertumbuhan tersebut sejalan dengan ekspansi bisnis Bank Jatim melalui Kelompok Usaha Bank (KUB), sekaligus penguatan sinergi dengan sejumlah bank pembangunan daerah (BPD) yang menjadi bagian dari kelompok usaha perseroan.

        Direktur Retail dan Syariah Bank Jatim Tony Prasetyo mengatakan KUB menjadi salah satu elemen penting dalam strategi transformasi perseroan untuk memperluas sumber pertumbuhan bisnis.

        “Dengan adanya KUB ini, kami bisa melakukan sinergi dan memberikan nilai tambah kepada seluruh anggota KUB,” ujar Tony dalam Public Expose Live 2026, Rabu (9/9/2026).

        Hingga kuartal II 2026, sejumlah indikator utama kinerja konsolidasi Bank Jatim mencatat pertumbuhan signifikan. Penyaluran kredit konsolidasi mencapai Rp111 triliun, tumbuh 41,68% secara tahunan.

        Pendapatan bunga bersih juga meningkat 39,5% menjadi Rp4,6 triliun. Pertumbuhan pendapatan tersebut turut menopang kenaikan laba bersih perseroan menjadi Rp1,2 triliun.

        Dari sisi neraca, total aset konsolidasi Bank Jatim mencapai Rp162 triliun, tumbuh 37,16% secara tahunan. Peningkatan tersebut mencerminkan semakin besarnya skala bisnis perseroan setelah penguatan struktur KUB.

        Saat ini, Bank Jatim berperan sebagai perusahaan induk dalam KUB yang mencakup lima BPD, yakni Bank NTT, Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, dan Bank Sultra.

        Manajemen menilai keberadaan KUB tidak hanya memperkuat struktur bisnis, tetapi juga membuka peluang sinergi yang lebih luas antaranggota. Sejumlah potensi sinergi mencakup layanan remitansi, trading processing agent, safekeeping, trading custodian, penyediaan banknotes, hingga pengembangan layanan e-channel dan sistem pembayaran.

        Baca Juga: Kredit Bank Jatim Turun 2,6%, Lebih Selektif di Tengah Tekanan Ekonomi

        Baca Juga: DPK Bank Jatim Anjlok 10,6%, Hanya Raup Rp72,9 Triliun per Akhir Juli 2026

        Baca Juga: RELI Bidik Pendapatan Rp62,86 Miliar dan Laba Rp24 Miliar pada 2026

        Sinergi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat layanan perbankan di lingkungan pemerintah daerah dan rumah sakit, serta memperluas pembiayaan bagi aparatur sipil negara (ASN).

        Di sisi lain, Bank Jatim mulai mengurangi ketergantungan terhadap segmen ASN sebagai sumber utama bisnis. Perseroan tengah memperluas perannya sebagai bank transaksional dengan meningkatkan penetrasi pada segmen retail, komersial, dan korporasi.

        Diversifikasi tersebut menjadi bagian dari transformasi bisnis Bank Jatim untuk menciptakan sumber pertumbuhan baru sekaligus menjaga kinerja keuangan di tengah kondisi ekonomi yang masih menantang.

        Dengan pertumbuhan laba mencapai 53,4% hingga kuartal II 2026, manajemen optimistis penguatan KUB dan diversifikasi bisnis dapat menjadi fondasi pertumbuhan Bank Jatim dalam jangka panjang.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Merlina Aryanti
        Editor: Dian Ihsan

        Bagikan Artikel: