Bank Jatim Percepat Digitalisasi, JConnect Tembus 993 Ribu User
Kredit Foto: Sufri Yuliardi
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk mempercepat transformasi bisnis dan ekspansi grup pada 2025 dengan menjadi induk bagi lima Bank Pembangunan Daerah (BPD) serta memperkuat digitalisasi untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang.
Direktur Utama Bank Jatim, Winardi Legowo, menyatakan perseroan melanjutkan transformasi melalui lima pilar utama, yakni penguatan tata kelola dan manajemen risiko, optimalisasi bisnis berbasis ekosistem, peningkatan kompetensi SDM, digitalisasi proses bisnis, serta sinergi kelompok usaha.
“Untuk mendukung visi menjadi BPD nomor 1 di Indonesia, kami kembali melanjutkan journey transformasi melalui 5 pilar utama,” ujar Winardi dalam pemaparan publik di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Pada 2025, Bank Jatim resmi menjadi induk bagi lima BPD, yaitu Bank NTB Syariah, Bank Banten, Bank Lampung, Bank Sultra, dan Bank NTT. Perseroan menyatakan sinergi permodalan telah selesai dan akan dilanjutkan dengan integrasi bisnis serta operasional pada 2026.
“Untuk di tahun 2026 ini kami akan memaksimalkan sinergi di bidang bisnis dan keuangan serta aspek support lainnya sebagai enabler,” kata Winardi.
Di sisi digital, Bank Jatim mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan JConnect. Pengguna JConnect Mobile mencapai 993.972 user atau naik 22,40% (YoY), dengan nilai transaksi Rp65,77 triliun atau meningkat 29,55% (YoY).
Layanan JConnect IB Corporate juga tumbuh dengan jumlah pengguna 11.199 atau naik 14,79% (YoY), serta nilai transaksi sebesar Rp23,36 triliun.
Sementara itu, penggunaan QRIS Bank Jatim mencapai 203.725 user dengan nilai transaksi Rp3,94 triliun atau melonjak 47,25% (YoY).
Baca Juga: Perbankan Nasional Pertebal Manajemen Risiko di Tengah Eskalasi Konflik Iran-Israel
Baca Juga: Waspadai Dampak Perang AS-Iran, OJK Minta Perbankan Siap Siaga
Baca Juga: Direksi dan Komisaris BBCA Kompak Borong Saham Senilai Total Rp26,1 Miliar
Untuk memperluas akses layanan, perseroan juga mengembangkan AGEN JATIM dengan total 14.842 agen. Selain layanan transaksi, agen ini berkontribusi pada penyaluran kredit melalui skema referral.
Strategi ini dilakukan untuk meningkatkan inklusi keuangan sekaligus memperluas penetrasi pasar di daerah dengan potensi bisnis tinggi, seiring persaingan industri perbankan yang semakin ketat.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Editor: Annisa Nurfitri
Advertisement