Kredit Foto: Imamatul Silfia
PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) memangkas target perolehan kontrak baru 2026 menjadi Rp3,8 triliun-Rp4 triliun. Target tersebut turun dari rencana awal perseroan sebesar Rp5 triliun.
Direktur Utama WIKA Beton, Kuntjara mengatakan penyesuaian target dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi industri konstruksi yang masih menghadapi tekanan. Perseroan juga memilih untuk menjaga arus kas dan margin di tengah kondisi tersebut.
"Hingga Juli 2026, WIKA Beton telah mengamankan kontrak baru sebesar Rp2,27 triliun. Berdasarkan sektor, kontribusi terbesar berasal dari infrastruktur dengan porsi 58,83%, diikuti sektor industri 17,18% dan properti 8,49%," kata dia dalam Public Expose Live 2026, Jakarta, Rabu (9/9/2026).
Dari sisi sumber dana, pelanggan swasta menjadi kontributor terbesar dengan porsi 37,70% dari total kontrak baru.
Selanjutnya, kontrak berasal dari kerja sama operasi (KSO) atau joint operation sebesar 33,14%, BUMN 23,53%, luar negeri 6,56%, serta WIKA dan afiliasi 2,77%.
Untuk mengejar target hingga akhir tahun, manajemen masih memproses sejumlah penawaran dan melakukan negosiasi proyek. Nilai proyek yang tengah dibidik mencapai lebih dari Rp1,5 triliun.
Penyesuaian target kontrak baru menjadi bagian dari strategi WIKA Beton untuk menjaga kualitas pertumbuhan di tengah industri konstruksi yang belum sepenuhnya pulih. Perseroan tidak hanya mengejar volume kontrak, tetapi juga mempertimbangkan kualitas proyek dan potensi margin yang dapat dihasilkan.
Baca Juga: Lagi dan Lagi, BEI Suspensi Saham WIKA Gegara Utang
Baca Juga: Dorong Kecepatan, WIKA Beton Tawarkan Inovasi Susun Rumah Layaknya Lego
Baca Juga: Danantara Siapkan Strategi Kurangi Utang WIKA Lewat Optimalisasi Aset
Strategi tersebut sejalan dengan komposisi bisnis WIKA Beton yang masih bertumpu pada sektor infrastruktur. Dalam paparan publik, perseroan mencatat sejumlah proyek strategis yang tengah dikerjakan, termasuk Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta dan Metro Manila Subway di Filipina.
Sebagai perbandingan, WIKA Beton membukukan kontrak baru sebesar Rp4 triliun sepanjang 2025. Kontrak tersebut berasal dari sejumlah proyek strategis, termasuk MRT Jakarta Fase 2A dan Metro Manila Subway.
Dengan realisasi kontrak baru sebesar Rp2,27 triliun hingga Juli 2026, WIKA Beton masih membutuhkan tambahan kontrak sekitar Rp1,53 triliun hingga Rp1,73 triliun untuk mencapai target baru Rp3,8 triliun-Rp4 triliun hingga akhir tahun.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Merlina Aryanti
Editor: Dian Ihsan