Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Niat Baik Ruben Onsu Bayar Sekolah Anak Ditolak, Ini Pembelaan Sarwendah

        Niat Baik Ruben Onsu Bayar Sekolah Anak Ditolak, Ini Pembelaan Sarwendah Kredit Foto: Instagram/sarwendah29
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Niat Ruben Onsu untuk membayar biaya sekolah anak-anaknya kembali menjadi sorotan di tengah polemik dengan Sarwendah. Kabar yang beredar menyebut upaya Ruben tersebut mendapat penolakan dari pihak Sarwendah, tetapi kubu sang mantan istri kini memberikan penjelasan berbeda.

        Kuasa hukum Sarwendah, Abraham Simon, mengatakan persoalan tersebut bukan semata-mata soal Ruben ingin menanggung biaya pendidikan anak. Menurutnya, masalah bermula ketika pihak Ruben disebut mengambil langkah sepihak terkait akun pembayaran sekolah yang selama ini terdaftar atas nama Sarwendah.

        Abraham menjelaskan, Ruben sempat mengirimkan email kepada pihak sekolah untuk menanyakan biaya pendidikan anak-anak mereka. Dalam proses tersebut, Ruben juga disebut berupaya mengalihkan akun pembayaran yang sebelumnya terdaftar atas nama Sarwendah tanpa terlebih dahulu memberi tahu kliennya.

        Baca Juga: Ruben Onsu Ogah Beri Nafkah Sebelum Ada Rincian Biaya, Sarwendah Bilang Begini

        "Ini sepihak mau dialihkan begitu saja tanpa memberitahukan kepada Sarwendah, klien kami, selaku orang yang memang orang tua yang akunnya terdaftar di sekolah," kata Abraham kepada wartawan di Kawasan Jakarta Selatan, Rabu (9/9/2026).

        Kuasa hukum lainnya, Chris Sam Siwu, menambahkan bahwa pihak sekolah selama ini memang berkomunikasi dengan Sarwendah sebagai orang tua yang tercatat memegang hak asuh berdasarkan Akta Notaris nomor 39.

        Karena itu, menurut Chris, pihak sekolah disebut sempat kebingungan ketika tiba-tiba ada pihak lain yang hendak mengambil alih urusan administrasi tanpa koordinasi dengan orang tua yang selama ini tercatat.

        "Sekolah kaget, tiba-tiba ada seorang bapak yang mau langsung men-take over semua, ya secara administrasinya juga enggak pas, enggak masuk," ujar Chris.

        Chris menegaskan surat yang dikirim Sarwendah kepada pihak sekolah bukan bentuk penolakan terhadap kewajiban Ruben untuk membayar pendidikan anak. Ia menyebut langkah tersebut dilakukan untuk menegaskan kembali mekanisme administrasi yang selama ini berjalan berdasarkan kesepakatan dalam akta.

        "Berdasarkan Akta 39, sementara ini adalah hak asuh ada di klien kami, di ibu. Ya, sehingga segala mekanisme administrasi harus melalui klien kami," tegas Chris.

        Ia pun menyayangkan cara komunikasi yang dilakukan pihak Ruben. Menurut Chris, persoalan biaya pendidikan anak seharusnya terlebih dahulu dibicarakan dengan Sarwendah sebagai ibu, sebelum pihak sekolah dihubungi secara langsung.

        "Harusnya seorang bapak WA ke ibunya, menanyakan, 'Berapa biaya sekolah yang harus saya bayarkan? Oke. Lalu saya minta bukti resmi dari sekolah.' Harusnya WA dulu seperti itu ke ibunya, ya," imbuh Chris.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: