Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        'Sekarang AHY Lebih Dipercaya dan Lebih Menguntungkan Prabowo Daripada Gibran'

        'Sekarang AHY Lebih Dipercaya dan Lebih Menguntungkan Prabowo Daripada Gibran' Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
        Warta Ekonomi, Jakarta -

        Persaingan menuju Pilpres 2029 mulai memunculkan berbagai spekulasi, termasuk soal sosok yang berpeluang mendampingi Presiden Prabowo Subianto jika kembali maju dalam kontestasi tersebut.

        Nama Gibran Rakabuming Raka dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) kini ikut dibandingkan, terlebih setelah hubungan politik keduanya dengan Prabowo kembali menjadi sorotan.

        Pegiat media sosial Chusnul Chotimah bahkan melihat AHY memiliki peluang lebih besar untuk menjadi cawapres Prabowo dibandingkan Gibran. 

        "Seru juga lihat perdebatan antara pendukung Demokrat dengan pendukung PSI. Antara pendukung AHY dan pendukung Gibran," tulisnya di akun X, dikutip Kamis (10/9/2026).

        Baca Juga: Pidato Viral AHY Arahnya Bukan ke Prabowo, tapi Jokowi, Kata Ray Rangkuti

        Menurut Chusnul, posisi AHY saat ini dinilai lebih menguntungkan bagi Prabowo. Ia bahkan menyebut kepercayaan Prabowo terhadap AHY sudah terlihat lebih kuat dibandingkan kepada Gibran.

        "Tapi kalau ditanya yang mana akan lebih berpeluang jadi cawapresnya Prabowo, saya lihat AHY. Sekarang aja AHY lebih dipercaya Prabowo daripada Gibran," ungkap dia.

        Chusnul kemudian membandingkan keuntungan politik yang bisa diperoleh Prabowo apabila memilih AHY atau Gibran sebagai pendampingnya. Baginya, pilihan terhadap AHY berpotensi membawa dukungan partai yang lebih besar.

        "Dengan AHY, Prabowo dapat Demokrat. Dengan Gibran, Prabowo cuma dapat PSI. AHY lebih menguntungkan," sambung Chusnul.

        Baca Juga: Kubu Roy Suryo: Masuk Sidang Ijazah Kami Cuma Harapkan Satu Saja...

        Meski begitu, Chusnul menilai ada satu partai yang peluangnya masih lebih besar jika dibandingkan Demokrat. Partai tersebut adalah PDIP. Namun, ia memperkirakan PDIP kemungkinan tetap memilih mengusung kader sendiri sebagai calon presiden.

        "Tapi kalau dibandingkan dengan PDIP, jelas lebih berpeluang PDIP, tapi sepertinya PDIP kemungkinan tetap akan mengusung kader sendiri sebagai capres," pungkasnya.

        Terbaru, Prabowo memang terlihat memberikan pujian terhadap pidato Ketua Umum Partai Demokrat AHY dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat. Acara tersebut digelar di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Rabu malam, 9 September 2026.

        Prabowo secara terbuka memuji pidato AHY yang dinilainya sistematis dan tegas. Ia juga membandingkan gaya pidato AHY dengan dirinya yang mengaku tidak menggunakan teks saat berbicara.

        "Tadi pidato Ketum saudara luar biasa. Sangat baik, sangat lengkap. Dan Anda tahu, kalau saya kan ini nggak pakai teks, saya bicara dari hati saya. Pidato beliau sistematis. Dan pidato beliau tegas," ujarnya.

        Tak hanya AHY, Prabowo juga memberikan pujian kepada Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Prabowo menilai perjalanan SBY dari militer hingga menjadi Presiden telah memberikan contoh dalam menempuh jalur politik.

        "Bapak SBY pernah jadi jenderal, saya juga pernah. Tapi, kita TNI yang diajarkan, yang dibesarkan, yang dibina sebagai tentara rakyat. Kita dididik dari kecil sebagai tentara rakyat yang berjuang untuk rakyat. Jadi kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat. Dan kalau kita ingin terus berbakti, mengabdi di bidang politik, kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi," ujar Prabowo.

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Belinda Safitri
        Editor: Belinda Safitri

        Bagikan Artikel: