Inggris Boikot Produk Israel, 8 Negara Muslim Langsung Beri Dukungan
Kredit Foto: PBB/Manuel ElĂas
Menteri luar negeri sejumlah negara Muslim mendukung langkah Inggris melarang impor produk dan layanan Israel yang terkait dengan wilayah pendudukan Palestina, terutama di Tepi Barat. Dukungan tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono bersama para Menlu Mesir, Yordania, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Dalam pernyataan bersama pada Kamis (10/9), para Menlu menyambut baik langkah Inggris untuk memboikot produk dan layanan yang berkaitan dengan pendudukan Israel di Palestina. Mereka berharap kebijakan tersebut dapat diikuti komunitas internasional untuk mendorong pertanggungjawaban terhadap organisasi dan individu yang terlibat dalam pendudukan ilegal di Palestina.
"Para Menlu juga menyambut pernyataan bersama mengenai Solusi Dua Negara yang dikeluarkan Menlu Kanada, Denmark, Finlandia, Prancis, Islandia, Norwegia, Polandia, Portugal, Spanyol, Swedia, dan Inggris, yang menegaskan niat mereka untuk memperkenalkan pembatasan nasional dan/atau mendukung pembatasan Eropa terhadap perdagangan dengan pemukiman yang ilegal menurut hukum internasional, atau untuk secara aktif mempertimbangkan langkah-langkah ini dan langkah-langkah lainnya sesuai dengan prosedur nasional masing-masing," demikian pernyataan bersama tersebut.
Menurut para menteri, langkah Inggris dan sejumlah negara Eropa tersebut menjadi dorongan bagi komunitas internasional untuk mengambil tindakan konkret. Tujuannya adalah mengakhiri kegiatan yang mendukung atau mempertahankan permukiman ilegal Israel di wilayah Palestina.
Para Menlu menilai langkah tersebut sejalan dengan hukum internasional dan resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), termasuk Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334 tahun 2016 dan Advisory Opinion Mahkamah Internasional pada 19 Juli 2024. Mereka juga menegaskan pentingnya seluruh negara tidak mengakui pendudukan ilegal Israel di Palestina serta tidak memberikan bantuan maupun dukungan terhadap pendudukan tersebut.
Inggris dan negara-negara Eropa juga menyerukan Israel menghentikan seluruh tindakan terkait permukiman serta berbagai langkah lain yang dinilai bertujuan mengubah karakter geografis dan demografis wilayah Palestina. Sikap tersebut dinilai semakin mempertegas tekanan internasional terhadap kebijakan permukiman Israel di wilayah Palestina.
Baca Juga: Tak Hanya Hadapi AS dan Israel, Iran juga Ditekan Pemberontak dari Dalam Negeri
Dalam pernyataan itu, para Menlu juga menegaskan bahwa Jalur Gaza merupakan bagian dari wilayah Palestina yang diduduki Israel. Mereka secara bersama-sama menyerukan implementasi penuh dan segera rencana yang disusun Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengakhiri konflik di Gaza.
"Para Menlu menggarisbawahi bahwa satu-satunya jalan untuk mencapai perdamaian yang adil, abadi, dan komprehensif adalah implementasi solusi dua negara," pungkas mereka.
Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.
Penulis: Christian Andy
Editor: Christian Andy