Menu
News
EkBis
New Economy
Kabar Finansial
Global Connections
Video
    Indeks
      About Us
        Social Media

        Lake Toba Writers Festival 2026 Dorong Literasi, Budaya dan Pariwisata Sumut

        Lake Toba Writers Festival 2026 Dorong Literasi, Budaya dan Pariwisata Sumut Kredit Foto: Khairunnisak Lubis
        Warta Ekonomi, Sumatera Utara -

        Warta Ekonomi, Medan- Lake Toba Writers Festival (LTWF) edisi tahun 2026 hadir kembali di Medan  dengan berbagai sesi dan penghormatan sastra yang inspiratif. Diselenggarakan oleh IndonesiaWISE, festival ini diadakan setiap tahun pada bulan September dan merupakan festival sastra terkemuka di Sumatra. 

        Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengatakan melalui Dedy Siregar, Kepala Bidang Promosi pada Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif bahwa pemerintah provinsi sumatera utara, khususnya dinas kebudayaan, pariwisata, dan ekonomi kreatif, menyambut dengan antusias dan memberikan apresiasi setinggitingginya atas terselenggaranya festival literasi bertaraf internasional ini. 

        "Festival ini sungguh unik dan inspiratif. Melalui penyelenggaraan yang menjangkau berbagai titik—mulai dari Medan, bergeser ke Sibisa, hingga ke Taman Eden, festival ini merangkul masyarakat secara langsung. Kami sangat mengapresiasi inovasi yang menghadirkan sesi dalam tiga bahasa (indonesia, batak, dan inggris), serta kepedulian sosial melalui pemberdayaan umkm lokal, donasi buku, dan aksi penanaman pohon. Inilah wujud nyata sinergi antara literasi, pariwisata, dan tanggung jawab lingkungan," katanya, Kamis (10/9/2026).

        Pendiri LTWF yang juga seorang penulis dan pendidik ternama, Amol Titus, menjelaskan, LTWF memiliki banyak keunikan. Ajang ini menyediakan wadah inklusif bagi para penulis untuk menampilkan kreativitas mereka dalam berbagai bentuk.

        Penulis fiksi, nonfiksi, puisi, tulisan populer, penelitian berbasis budaya, maupun jurnalisme, semuanya disambut baik. Berbeda dengan festival lain yang cenderung eksklusif dan mahal, LTWF menetapkan biaya masuk yang sangat terjangkau serta menjalin kerja sama dengan berbagai universitas untuk memastikan mahasiswa mendapatkan akses yang baik dan mudah.

        ” Tahun ini, festival diselenggarakan di Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Medan. Sekitar 200 delegasi hadir, yang sebagian besar terdiri dari mahasiswa, dosen, dan pencinta budaya. Mereka disuguhi pengalaman istimewa berupa interaksi dengan penulis kontemporer serta kesempatan untuk belajar dari berbagai karya sastra yang didedikasikan bagi para tokoh legendaris," ujarnya.

        Penghormatan pertama ditujukan kepada penulis ikonik asal Amerika, Harper Lee, yang peringatan 100 tahun kelahirannya dirayakan tahun ini. Ia adalah penulis To Kill a Mockingbird, karya yang telah terjual sebanyak 40 juta eksemplar.

        Pejabat Konsul Jenderal Amerika untuk Sumatra, Jose Diaz, mengatakan bahwa Harper Lee menulis tentang ras dan keadilan dengan gaya yang berani dan memikat, yang menyentuh hati berbagai generasi pembaca serta menginspirasi banyak penulis.

        "Kami memuji LTWF karena telah memberikan penghormatan yang berkesan bagi Harper Lee dan memperkenalkan karyanya kepada generasi muda Indonesia," katanya.

        Wakil Rektor Unimed, Prof. Dr. Erond Litno Damanik, menyatakan bahwa Sumatera Utara senantiasa memiliki tradisi sastra yang hebat, yang telah melahirkan penulispenulis ternama seperti Tengku Amir Hamzah, Chairil Anwar, Sitor Situmorang, Merari Siregar, Armijn Pane, Sanusi Pane, Iwan Simatupang, dan lain-lain.

        "Menghidupkan kembali dunia sastra merupakan hal yang sangat penting, dan LTWF adalah inisiatif luar biasa dalam upaya tersebut, sebuah inisiatif yang dengan senang hati didukung oleh Unimed sebagai mitra penyedia lokasi," katanya.

        Koordinator program Sri Wilujeng sependapat dan menyebutkan bahwa IndonesiaWISE telah memelopori berbagai inisiatif pariwisata berkelanjutan di seluruh negeri, termasuk di Danau Toba. Festival ini mengedepankan kebiasaan ramah lingkungan, seperti meminimalkan penggunaan plastik dan sampah, serta penggunaan botol air minum isi ulang, tas kain, dan kemasan kertas daur ulang," katanya.

        Rangkaian LTWF kemudian berlanjut ke Kabupaten Toba, dengan berbagai acara yang akan digelar di Toba Caldera Park, Sibisa pada tanggal 11 September dan situs geologi Taman Eden pada tanggal 12 September. Berbagai sesi menarik lainnya seputar sastra dan budaya telah menanti para pengunjung di sana

        Lima pemenang lomba penulisan kreatif bagi pemuda LTWF 2026 juga diumumkan. Terdapat masing-masing dua pemenang dari Unimed dan Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli, serta satu pemenang dari Universitas Sumatera Utara. Mereka menerima hadiah uang tunai dan sertifikat.

        Acara ini semakin istimewa dengan adanya pameran khusus karya penulis legendaris dan penulis kontemporer terkemuka, tampilan kain Ulos yang penuh warna di lokasi acara, serta pertunjukan tari yang memukau oleh para penari perempuan muda berbakat. Selain itu, dilakukan pula donasi buku kepada dua perpustakaan sebagai bentuk dukungan terhadap literasi dan pendidikan. 

        Mau Berita Terbaru Lainnya dari Warta Ekonomi? Yuk Follow Kami di Google News dengan Klik Simbol Bintang.

        Penulis: Khairunnisak Lubis
        Editor: Annisa Nurfitri

        Tag Terkait:

        Bagikan Artikel: